Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Pilih Jenisnya, Dapatkan Jaminannya

Risiko kerusakan pada kendaraan terutama mobil bisa terjadi kapan saja. Apalagi seperti saat ini, pas arus mudik Lebaran, di mana jumlah kendaraan yang berada di jalan begitu banyak, kemungkinan kecelakaan cukup besar.

Kendati setiap pemilik mobil tidak menghendaki terjadi kerusakan pada kendaraannya baik akibat kecelakaan atau menabrak sesuatu, namun risiko itu perlu diantisipasi, terutama untuk biaya perbaikan dan pergantian spare part.

Salah satu bentuk antisipasinya adalah dengan mengasuransikan kendaraan tersebut. Di Kota Solo dan Sukoharjo ada beberapa asuransi yang menjamin kerusakan dan kehilangan kendaraan. Seperti, Sinarmas, Autocillin, Malaca, ACA dan Alianz.

Menurut Relationship Manager Asuransi Sinarmas Solo, Barkah Kusrahardja, ada dua macam pertanggungan untuk asuransi kendaraan, yakni komprehensip atau sebelumnya nasabah menyebutnya all risk dan Total Loss Only (TLO).

Untuk komprehensip, yang ditanggung biasanya kerusakan akibat kecelakaan seperti menabrak trotoar atau kendaraan lain. Sedang TLO yang ditanggung asuransi adalah jika kendaraan yang diasuransikan hilang.

“Untuk saat ini ada perluasannya, seperti asuransi kerusakan akibat huru-hara, banjir dan bencana alam,” terang Barkah kepada Koran O, Senin (5/8).

Ada pun nilai pertanggungan untuk mobil, dicontohkan Barkah, misalnya untuk mobil Avanza seharga Rp180 juta maka premi yang harus dibayar selama satu tahun Rp4,5 juta. Kemudian risiko sendiri atau biaya yang dibayarkan pemegang polis hanya Rp200.000 per kejadian.

Sedang untuk yang TLO dijelaskan Ferdy Kurniawan, Surveyor Asuransi Autocillin di Graha Adira 4th Floor, Jl. Raya Solo Permai Blok JA No.5-7, Solobaru, Sukoharjo, nilai preminya sekitar 2,87 persen dari harga mobil yang diasuransikan.

Untuk proses pendaftaran, pemilik mobil bisa datang ke kantor asuransi atau pihak asuransi yang mendatangi calon nasabah. “Untuk syaratnya cukup identitas diri, STNK kendaraan kemudian membayar premi,” terang Ferdy kepada Koran O, Senin.

Untuk proses klaimnya, nasabah cukup lapor ke kantor kemudian petugas bisa mendatangi atau bertemu di bengkel. Sebelumnya dilakukan pengecekan laporan baru dibuatkan surat perintah kerja (SPK) agar bengkel segera memperbaiki. (Arif Fajar S)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>