Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

SOLO TANPA KABEL Pemkot Sediakan Saluran Bawah Tanah

 

ASISKA RIVIYASTUTI

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menyediakan ducting atau saluran/media untuk meletakkan kabel di sepanjang Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Adisucipto, Solo.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Anggaran pengadaan ducting akan diusulkan Pemkot Solo ke pemerintah pusat. Ducting inilah yang akan digunakan bersama-sama untuk jaringan kabel listrik PLN dan Telkom serta saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Wali Kota Solo. F.X. Hadi Rudyatmo, menjelaskan penanaman kabel merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo. Rudy sapaannya, menindaklanjuti dengan meminta PLN melakukan kajian dan detail engineering design (DED). Selain untuk kerapian dan keindahan kota, jaringan bawah tanah dipercaya lebih minim gangguan.
Menurut dia, penanaman kabel bawah tanah diutamakan di jalan utama kemudian menyusul di lokasi lain. Meski begitu, dia mengaku tidak ada target khusus tahun berapa Solo akan bebas kabel udara.
Apabila perencanaan matang, Rudy menyebut Pemkot akan mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan saluran tersebut. “Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Adisucipto memang belum ada ducting tapi nanti akan dibangun bersamaan dengan mulainya proses penanaman kabel jaringan listrik oleh PLN. Ducting tidak hanya untuk jaringan listrik tapi juga jaringan telepon dan air,” ungkap Rudy kepada Koran Solo, Sabtu (19/6).
Dia menambahkan ducting akan dilengkapi mainhole untuk mempermudah perbaikan. Menurut Rudy, Pemkot sedang menyusun master plan, tidak hanya untuk pembangunan ducting tapi juga drainase kota.
“Pelaksanaan pembangunan nanti tergantung pemerintah pusat, apakah disetujui atau tidak. Harapan kami, pembangunan bisa direalisasikan secepatnya, paling tidak tahun depan,” kata dia.
Sebelumnya, PLN telah merampungkan studi kelayakan kabel bawah tanah. Dalam waktu dekat PLN melaporkan hasil kajian tersebut ke pemerintah pusat.
Sementara itu, General Manager (GM) Telkom Witel Solo, Arif Nurjayanto, mengatakan belum ada koordinasi detail mengenai perencanaan jaringan kabel bawah tanah. Namun, menurut dia, pipa jaringan akan disediakan Pemkot sehingga Telkom tinggal memasang jaringan kabel.
Selama ini, Telkom sudah menerapkan jaringan kabel bawah tanah di beberapa lokasi, di antaranya di kawasan perumahan. Jaringan kabel telepon dari Kantor Telkom Witel Solo hingga Solo Baru juga menggunakan jaringan bawah tanah.
Namun, jaringan bawah Telkom berbeda dengan yang akan dilakukan Pemkot. Jaringan fiber optic Telkom menggunakan kabel udara untuk menjangkau rumah konsumen atau perkantoran. Sedangkan jaringan bawah tanah yang diterapkan di jalan protokol Solo berupa jaringan kabel bawah tanah yang langsung menuju ke rumah atau perkantoran.
“Pembuatan jaringan bawah tanah milik Telkom minimal kedalaman 1 meter cukup, tapi kalau pakai ducting nanti lebih dalam lagi. Kabel yang digunakan juga merupakan kabel tahan air untuk keamanan,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>