Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Patuhi Perintah Presiden, LDA Keraton Cabut Laporan

MUHAMMAD ISMAIL

SOLO—Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo mencabut laporan perusakan cagar budaya di Polresta Solo, Selasa (25/4). Pencabutan laporan itu demi mematuhi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Lembaga Hukum Keraton Solo, Arif Sahudi, mengatakan LDA melalui K.P. Eddy Wirabumi melaporkan Paku Buwono (PB) XIII ke Polresta Solo pada 3 April lalu terkait dugaan perusakan cagar budaya di Keraton Solo. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan tim penyidik Polresta Solo.
“Kami melaporkan Sinuhun [PB XIII] ke Polresta Solo karena membongkar paksa pagar pembatas di dalam Keraton Solo,” ujar Arif kepada wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (26/4).
Arif mengatakan laporan tersebut dicabut oleh Eddy sendiri setelah acara Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII selesai.
LDA memegang komitmen mematuhi Keputusan Presiden (Kepres) No. 23/1988 tentang Status dan Pengelolaan Keraton Solo, UU No. 11/2010 tentang cagar Budaya dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Solo.
“Kami tidak ingin dinilai melanggar keputusan Presiden jika terus memaksakan diri dalam kasus ini,” kata dia.
Ia mengatakan semua kerabat Keraton Solo yang tergabung dalam LDA mendukung upacara adat Jumenengan PB XIII pada Sabtu (22/4) lalu. LDA berharap pencabutan laporan ini juga diikuti pencabutan berbagai laporan yang diajukan Sinuhun ke polisi,” kata dia.
Ia menjelaskan Tim Lima bentukan PB XIII melaporkan LDA ke Polresta Solo terkait kasus perusakan cagar budaya dan kekancingan ke Polda Jateng. Kedua laporan tersebut masih dalam penyelidikan polisi. “Kami berharap ada niat baik dari Sinuhun dengan mencabut semua laporan ke polisi. Saling mencabut laporan akan menyatukan kembali keluarga besar Keraton Solo seperti semula,” kata dia.
Arif memastikan pencabutan laporan tersebut tidak ada tekanan dari Sinuhun. Ditanya soal rencana pencabutan laporan pencurian pusaka Keraton Solo oleh Tim Lima di Polresta, Arif enggan berkomentar. “Saya belum mendapatkan perintah dari LDA soal pencabutan laporan pencurian pusaka di Polresta Solo,” kata dia.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo, membenarkan pencabutan laporan perusakan cagar budaya oleh K.P. Eddy Wirabumi melalui kuasa hukumnya. Polisi tidak melanjutkan pemeriksaan saksi setelah pelapor pencabut laporan. (JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>