Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Perluas Pangsa Pasar Lewat Inacraft 2017

SOLO—Sebanyak 12 usaha kecil menengah (UKM) asal Solo mengikuti International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2017. Melalui event itu diharapkan akses pasar UKM kian terbuka.

redaksi@koransolo.co

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka pameran internasional produk kerajinan Inacraft 2017 di Jakarta, Rabu (26/4), mengatakan industri kreatif bisa menjadi pengampu pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Industri ini sarat akan hal-hal yang dapat dieskplorasi sedemikian rupa oleh beragam kalangan masyarakat, mulai dari kerajinan tangan, musik, hingga film.
Dalam pameran yang berlangsung hingga Minggu (30/4) itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengirim 12 usaha kecil menengah (UKM) untuk mengikuti pameran yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut. Tahun ini, Solo mengusung tema Solo Creative Gift and Craft.
”Masa depan Indonesia akan ada di industri kerajinan dan industri kreatif, saya yakin itu. Mulai dari kerajinan tangan, musik, film, dan digital. Desainnya unik karena dikerjakan tangan dan kualitas cukup baik,” kata Jokowi.
Industri kerajinan yang berkembang saat ini sangat bervariasi. Menurut dia, saat ini kualitas industri kreatif Indonesia cukup baik dan memenuhi standar nasional maupun internasional. Namun, kualitas saja tidak cukup. “Catatan saya, produk-produk itu masih sulit diakses oleh buyers atau pembeli. Bahkan banyak yang belum tahu produk-produk yang dicarinya itu berada di Indonesia,” tutur dia.
Jokowi mengaku tahu persis masalah pengembangan produk kerajinan tangan Indonesia ada pada promosi. Hal itu dirasakannya sendiri saat pernah menjadi peserta Inacraft di awal tahun 2000-an. Selain promosi, Jokowi juga menyoroti soal pengemasan produk.
”Kemasan jangan lupa dibuat sebagus mungkin karena sering kali kemasan itu yang membuat pembeli jatuh cinta pada pandangan pertama,” tutur Jokowi. Dia mengajak pelaku usaha hingga kedutaan besar Indonesia di luar negeri ikut mempromosikan keunggulan produk-produk hasil industri kreatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Solo, Nur Haryani, menyampaikan tahun ini Pemkot Solo menempati 10 stan di Inacraft. Tahun ini, Solo mengusung tema berbeda. “Selama ini, wisatawan kebanyakan hanya tahu Solo sebagai penghasil batik. Padahal banyak potensi lokal yang tidak kalah bagus, seperti craft. Jadi tahun ini kami ingin mengenalkan produk kreatif Solo,” ungkap Nur saat dihubungi Koran Solo, Rabu.
Keikutsertaan 12 UKM Solo di Inacraft diharapkan membuka akses pasar di dalam maupun luar negeri. Dua belas UKM yang diajak ke Jakarta antara lain Griya Lilin, Omah Gondang, Gelang Kopi Bracelet, Eastwood, Budi Glass, Kampung Permata, Lurik Senthir, Kampung Batik Laweyan, Lougut Bambu, Grajen Craft, Pasar Antik Triwindu, dan Nasrafa. Pedagang dari Pasar Triwindu diajak karena mereka menyediakan barang antik yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di sisi lain, UKM Solo punya tantangan besar untuk menembus pasar internasional. Hal itu karena banyak UKM tidak bisa memenuhi pesanan dalam jumlah besar. “Craft biasanya handmade [buatan tangan] sehingga produksi tidak bisa banyak. Kami mendorong pelaku UKM untuk bisa bergabung [membentuk kelompok] dengan menyeragamkan kualitas supaya mampu menembus pasar internasional,” jelas dia.
Menurut dia, produk UKM di Solo cukup bagus, bahkan beberapa di antara mereka sudah ada yang merambah ekspor. Namun, masih banyak yang menyetor ke perusahaan lain karena belum mampu memenuhi permintaan ekspor sendiri.
“Kami berupaya menggali potensi usaha craft mengingat Solo berpredikat Kota Kreatif. Namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah dan stakeholders terkait supaya produk craft Solo bisa makin dikenal,” imbuhnya. (Detik/Asiska Riviyastuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>