Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

40 Kilometer Jalan Kota Rusak karena Proyek Sanitasi

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan PR) Kota Solo memetakan 40 kilometer (km) atau 25% kondisi jalan kota hingga jalan kampung rusak akibat proyek sanitasi. DPRD Solo meminta dua rekanan proyek yaitu PT Saburnaya Surabaya dan PT Rosa Lisca Semarang memperbaiki kerusakan jalan.
”Kontraktor ini tidak responsif dan seenaknya. Dulu kami sudah pernah peringatkan karena bagaimana pun nanti kalau jalan rusak yang menanggung itu Solo. Tentu ini menjadi beban bagi APBD kota. Padahal sebelumnya jalan kami sudah baik, maka semestinya dikembalikan seperti sedia kala,” ujar Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, kepada Koran Solo, Kamis (27/4).
Proyek pembuatan sanitasi terpadu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikerjakan Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.
Rekanan maupun pengawas sempat dipanggil DPRD Solo pada Maret lalu. Sukasno menyebut menjelang batas akhir penggarapan proyek pada Mei, perbaikan dan pengembalian kondisi ruas jalan terkesan seenaknya. Kontraktor tak juga menepati janji memperbaiki rumah warga yang rusak karena pembuatan sanitasi tersebut.
Proyek dengan anggaran tahun jamak pada 2015-2017 itu telah menyebabkan kerusakan jalan sepanjang 40 km.

Bila tidak ada perbaikan, Pemkot mesti menggelontorkan dana mi­liaran rupiah untuk perbaikan jalan tersebut. ”Meski ini dikerjakan oleh dua kontraktor berbeda semestinya mereka jalin komunikasi agar ber­kesinambungan. Kalau seperti ini jalan-jalan kami yang rusak semakin banyak. Sekarang banyak jalan terdampak proyek tak segera dikembalikan sehingga membahayakan bagi pengguna jalan,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Su­pri­yanto, meminta Pemkot Solo menindak tegas kontraktor yang tak segera menutup lubang atau pun mengembalikan jalan seperti se­mula. Selain itu, semestinya mereka koor­dinasi dengan Pemprov Jateng untuk bertindak cepat. ”Memang ini proyek pusat, tapi Pemkot juga mestinya gak lepas tangan. Tentu Pemkot harus tegas kalau perlu ditindak agar rekanan tak macam-macam.”
Pengawas proyek sanitasi terpadu zona Selatan dari PT Mettana, Abri­yono, mengklaim pekerjaannya tinggal 15%. Ia berkomitmen penuh kon­traktor di zona ini PT Rosa Lisca bakal mengembalikan jalan seperti semula. Namun demikian, ia masih terkendala izin dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR karena status beberapa ruas jalan merupakan milik pusat.
”Nanti setelah pemasangan man­hole akan kami aspal kembali. Nan­ti jika ada penurunan maupun keku­rangan setelah deadline, ada masa pemeliharaan sehingga kami siap bertanggung jawab untuk mem­perbaikinya,” jelasnya.
Kontraktor di zona tengah, PT. Su­burnaya Surabaya, belum bisa dimintai konfirmasi terkait beberapa keluhan warga atas pekerjaan mereka. Pelaksana proyek Teguh Prakosa dan Kris Windarta tak merespons pesan singkat dari Koran Solo. Keduanya juga tak merespons telepon dari Koran Solo.
Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan DPU dan PR Kota Solo, Joko Supriyanto, me­ngata­kan sudah melayangkan surat per­mintaan perbaikan jalan bekas proyek sanitasi kepada Satker PPLP Jawa Tengah. ”Kami sudah berulang kali mengirimkan surat. Kami minta jalan dikembalikan seperti semula,” katanya ketika dihubungi Koran Solo.
Beberapa ruas jalan pengerjaan proyek sani­tasi ini mulai diperbaiki. Meskipun perbaikan hanya pada kondisi jalan di bekas proyek sanitasi. Padahal mestinya perbaikan jalan harus dilakukan seluruh permukaan jalan dan bukan sekadar perbaikan di bekas galian. (Indah Septiyaning W./Ivan Andimuhtarom/JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>