Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Kios pasar klewer Terkena Pilar Tak diGanti Pedagang Dapat Potongan Retribusi

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan tidak bisa mengganti kios yang terdampak pilar di Pasar Klewer mengingat jumlah kios sudah sesuai dengan data pedagang saat sebelum terbakar.

INDAH SEPTIYANING W.
redaksi@koransolo.co

Hanya kios yang terdampak pilar sehingga luasnya berkurang hingga 40% yang akan diganti dengan kios lain. Ada empat kios di lantai I yang luasnya berkurang 40% akibat pilar yang berada di tengah. Keempat kios itu dialihfungsikan menjadi gudang atau keperluan lain. Sebagai gantinya, Pemkot akan memberikan kompensasi berupa pemotongan nilai retribusi kepada pedagang yang kiosnya terdampak pilar bangunan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo, mengatakan hanya itu kompensasi yang bisa diberikan Pemkot, tanpa menyebut berapa nilai potongannya.

“Secara umum desain pembangunan Pasar Klewer tidak mengalami perubahan seperti kondisi bangunan sebelum terbakar akhir 2014 lalu. 95% Tata letak kios pada bangunan pasar baru tidak berubah,” kata Subagiyo kepada wartawan, Kamis (27/4).
Jumlah kios yang dibangun pun sama, yakni 1.532 unit untuk pedagang Pasar Klewer barat, ditambah kios pedagang renteng 137 unit, dan 28 kios untuk pedagang Pasar Klewer timur. Selain itu dibangun los untuk menampung 765 pedagang pelataran, 55 pedagang kaki lima (PKL) Jl. Ashari, dan 20 PKL kemasan (pedagang jual beli dan reparasi emas). Terdapat 18 variasi luasan kios, dari terkecil seluas tiga meter persegi dan terbesar seluas 36 meter persegi. “Ada luasan kios yang menyusut, sebagian lahan untuk fasilitas umum, seperti eskalator, tangga, lift, dan lainnya,” katanya.
Nantinya nilai retribusi disesuaikan dengan taksiran nilai tempat dasaran (TNTD). Semakin luas kios maupun los, retribusi semakin tinggi. “Petugas akan menghitung ulang berapa luasan kios pedagang. Luasan kios ini nantinya menentukan pembayaran retribusi,” katanya.
Penarikan retribusi akan dimulai 1 Mei. Pemkot berharap pedagang tidak lagi mengungkit-ungkit luasan kios terdampak pilar. Pilar yang ada 300-an tersebut dibangun untuk menyokong bangunan pasar agar kuat dan kukuh.
Terpisah, General Manajer (GM) PT Adhi Karya, Sukaryo, enggan mengomentari banyaknya keluhan pedagang terkait kios terdampak pilar, serta curamnya akses masuk ke lantai basement.  Sukaryo mengatakan PT Adhi Karya hanya membangun sesuai desain dari Pemkot. Termasuk konstruksi yang digunakan sudah sesuai rujukan.
“Desain pembangunan bukan kami yang membuat. Kami hanya pelaksana pembangunan sesuai desain yang disodorkan,” katanya.
Sementara itu, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) sejumlah pim­pinan DPRD Solo ke Pasar Klewer kemarin, diketahui masih ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan. Masalah itu mulai dari banyaknya kendaraan bermotor yang parkir di depan pasar yang merupakan daerah larangan parkir hingga sulitnya kendaraan mengakses lantai basement karena turunan terlalu curam.
Sebenarnya, Dinas Perhubungan Solo sempat menertibkan ratusan kendaraan yang parkir sembarangan di depan pasar tersebut. Penertiban sebatas sosialisasi sehingga sanksi gembok baru diberlakukan per 1 Mei.
Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, yang ikut dalam sidak menilai jika parkir sembarangan ini dibiarkan akan memicu pemilik kendaraan lain melakukan hal yang sama. “Seharusnya area di de­pan pasar itu steril dan mestinya ditertibkan dari sekarang. Jika ini dibiarkan terus nantinya justru tumbuh menjadi area parkir liar baru,” tuturnya.
Retribusi parkir di lahan parkir yang tersedia untuk sepeda motor Rp1.000 dan Rp2.000 untuk mobil atau roda empat per 12 jam.
Kepala Bidang Pasar Dinas Per­dagangan Solo, Sigit Prakoso, menjelaskan evaluasi terkait Pasar Klewer dilakukan setiap pekan. Ini termasuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang ada, mulai dari keluhan para pedagang hingga soal parkir. (Farida Trisnaningtyas/JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>