Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Tiga Pekerja Dapat Santunan BPJS TK

 

SOLO—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) Solo jemput bola memberikan santunan kepada tiga pekerja yang meninggal dunia saat pengerjaan konstruksi Hotel Harris & Pop!.
Kepala Cabang Utama BPJS TK Solo, Suwilwan Rachmat, menyampaikan pekerja jasa konstruksi juga menjadi peserta jaminan sosial. Pada Januari-Maret, BPJS TK menjamin para pekerja di 43 proyek yang menjadi peserta. Tahun lalu, jumlah peserta jasa konstruksi mencapai 880 perusahaan. Salah satu peserta perusahaan jasa konstruksi adalah PT Adicipta Cahaya Gemilang (ACG) yang membangun Hotel Harris & Pop! yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi.
Oleh karena itu, tiga pekerja yang meninggal akibat passenger hoist terjatuh dari Lantai VII mendapat santunan dari BPJS TK. “Masing-masing ahli waris dari tiga pekerja yang meninggal mendapat santunan 48 kali gaji sebulan ditambah santunan berkala yang dibayarkan sekaligus senilai Rp4,8 juta, dan uang pemakaman senilai Rp3 juta. Bagi korban meninggal yang memiliki anak usia sekolah akan mendapat beasiswa senilai Rp12 juta,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Willy ini saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (26/4).
Dari tiga pekerja yang meninggal dunia, hanya satu yang memiliki anak usia sekolah. Dia menyampaikan tim dari BPJS TK telah berkoordinasi dengan perwakilan dari kontraktor dan keluarga. Tim pun akan membantu untuk memenuhi persyaratan pencairan santunan tersebut. Bagi yang telah berkeluarga, santunan akan diberikan kepada istri tapi bagi yang lajang diberikan kepada orang tua.
Dia menerangkan untuk peserta dari jasa konstruksi tidak ada nama peserta karena pekerja sering keluar masuk. Pengusaha cukup membayar iuran di awal untuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) selama pelaksanaan proyek. Nilai iuran 0,21% JKK dan 0,03% JKM dari nilai proyek untuk 0-Rp100 juta. Apabila nilai proyek Rp100 juta-Rp500 juta iuran yang dikenakan adalah 0,17% JKK dan 0,02% JKM. Sedangkan untuk nilai proyek Rp500 juta-Rp1 miliar, iuran yang dikenakan lebih rendah, yakni 0,13% JKK dan 0,02% JKM.
Artinya, jika nilai kontrak kerja Rp50 miliar, iuran yang harus dikeluarkan adalah Rp47 juta. Sedangkan jika nilai proyek Rp500 juta nilai iuran hanya Rp913.000 untuk perlindungan selama proyek berlangsung. PT ACG memiliki nilai proyek sekitar Rp17 miliar dengan iuran Rp6,836 juta. Seluruh biaya santunan tersebut ditanggung BPJS TK. Lebih lanjut, dia mengungkapkan selama ini jasa konstruksi yang mendaftar sebagai peserta BPJS kebanyakan mengerjakan proyek pemerintah. Hal itu karena bukti bayar iuran BPJS TK menjadi salah satu syarat pencairan dana. (Asiska Riviyastuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>