Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

Transaksi UKM Solo di Inacraft Capai Puluhan Juta Rupiah

BAYU JATMIKO ADI

SOLO—Pameran internasional produk kerajinan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2017 membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro kecil (UKM) asal Solo. Pada ajang yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, tersebut, UKM Solo mencatatkan transaksi hingga puluhan juta rupiah.
Selain jadi ajang berdagang (transaksi), pameran yang berlangsung hingga Minggu (30/4) itu juga jadi ajang menggaet sebanyak-banyaknya relasi. Terutama bagi kalangan UKM yang selama ini sulit diakses pembeli dari luar negeri.
Pemilik Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, yang diajak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti Inacraft 2017, mengatakan sejak pameran berlangsung pada Rabu (26/4), telah melakukan beberapa transaksi dengan pengunjung pameran. Selain itu, beberapa order juga diterima yang akan dipenuhi setelah pameran.
”Transaksi ada puluhan juta rupiah. Kalau pesanan sekitar Rp15 juta. Tapi bukan itu yang terpenting bagi kami. Mendapatkan jaringan atau relasi adalah yang terpenting,” kata Yani saat dihubungi Koran Solo, Kamis (27/4).

Menurut dia, relasi ini menjadi hal penting bagi UKM seperti dirinya dan UKM asal Solo lainnya.
Larisnya produk UKM Solo di Inacraft tahun ini menunjukkan po­tensi besar kerajinan Solo. Dia mengatakan beberapa produknya yang diminati pengunjung selama pameran adalah jilbab, payung, serta beberapa jenis busana wanita. Yani mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pameran tersebut. ”Pameran ini luar biasa. Antusiasme pengunjung juga luar biasa,” imbuhnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengirim 12 pelaku UKM untuk mengikuti Inacraft 2017. Dua belas UKM tersebut adalah Griya Lilin, Omah Gondang, Gelang Kopi Bracelet, Eastwood, Budi Glass, Kampung Permata, Lurik Senthir, Kampung Batik Laweyan, Lougut Bambu, Grajen Craft, Pasar Antik Triwindu, dan Kain Lukis Nasrafa.
Tahun ini Solo mengusung tema Solo Creative Gift and Craft. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Solo, Nur Haryani, mengatakan tahun ini Solo menempati 10 stan di pameran tersebut. Para UKM yang diajak didominasi produsen produk kerajinan sebab Solo ingin mengangkat potensi lain selain batik. (JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>