Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

KERETA BANDARA 100 Rumah Terdampak Proyek

SOLO—Stasiun Solo Balapan Baru bakal dibangun di wilayah Kampung Bayan, Kadipiro, Banjarsari, Solo. Sedikitnya 100 rumah bakal dibongkar karena terkena proyek transportasi tersebut.

Irawan Sapto Adhi
redaksi@koransolo.co

”Pengukuran lahan di Kadipiro untuk proyek kereta bandara sudah dilakukan oleh tim dari Kemenhub [Kementerian Perhubungan]. Ada pejabat Kemenhub wilayah Jawa Tengah yang mendampingi proses pengukuran tersebut. Meski belum ada surat resmi dari mereka maupun surat penugasan dari Pemkot, saya ikut menemani di lapangan sebagai pemangku wilayah. Barang kali ada yang diperlukan karena mereka langsung bersinggungan dengan warga,” jelas Lurah Kadipiro, Sugeng Budi Prasetyo, saat ditemui Koran Solo di ruang kerjanya, Jumat (28/4) pagi.
Sugeng menceritakan kunjungan pejabat dan petugas Kemenhub di Kadipiro terakhir kali dilakukan pada Kamis (20/4). Berdasarkan informasi yang dia peroleh dari pejabat Kemenhub itu lokasi yang bakal dibangun Stasiun Solo Balapan Baru berada di wilayah Kampung Bayan antara RW 007 dan RW 020.
Sugeng menyampaikan Stasiun Solo Balapan Baru rencananya dibangun di barat rel Solo-Kaliyoso atau tepi Jl. Manunggal sebelum sampai persimpangan Jl. dr. Prakosa (jalan menuju RSUD Ngipang) dari arah selatan. Dia belum mengetahui secara detail soal rencana penataan kawasan di sekitar lokasi tersebut jika jadi dibangun stasiun.
Sugeng memprediksi stasiun bakal dibangun sampai memakan badan Jl. Manunggal sehingga akan dilakukan juga perubahan jalur untuk kendaraan bermotor di wilayah itu. ”Barangkali Jl. Manunggal akan digeser atau dipindah karena terdampak pembangunan stasiun. Tapi saya tidak bisa memastikan hal tersebut karena itu menjadi kebijakan pusat. Saya hanya menyampaikan berdasarkan keterangan dari pejabat yang meninjau ke lapangan. Tidak menutup kemungkinan ke depan setelah melakukan pertimbangan, tim melakukan perubahan rencana kan? Jadi saya dan juga warga masih menunggu sosialisasi dari tim,” jelas Sugeng.
Terkait dampak proyek pem­bangunan jalur KA Bandara, Sugeng membeberkan, sedikitnya ada 100 rumah warga di Kadipiro yang berdasarkan hasil pendataan oleh tim bakal dibongkar. Ratusan rumah tersebut berada di wilayah RW 007, RW 020, RW 021, dan RW 028 Kadipiro. Rumah dibongkar ada yang secara keseluruhan, ada juga yang hanya sebagian.
Dia mengatakan data detail terkait bidang tanah dan rumah yang terdampak proyek kereta bandara belum disosialisasikan atau dilaporkan oleh tim kepada pemerintah kelurahan maupun warga. ”Jalur simpang nanti di lokasi Stasiun Solo Balapan Baru ke arah Bandara Adi Soemarmo. Pada dasarnya jalur KA Solo Balapan Baru menuju Bandara Adi Soemarmo direncanakan berdampingan dengan jalanTol Solo-Kertosono. Pendataan bidang tanah dan rumah warga yang terdampak proyek dilakukan langsung oleh tim. Hasilnya belum disosialisasikan kepada warga. Kami belum tahu rencana waktu penyelenggaran sosialisi itu,” ujar Sugeng.
Warga Kampung Lemah Abang RT 002/RW 021 Kadipiro, Suharsono, berharap segera diadakan sosialisasi oleh pemerintah kepada warga terkait rencana pembangunan rel KA Bandara. Dia menyebut, warga Kampung Lemah Abang resah belum juga mendapatkan kepastian informasi soal nasib ke depan jika terdampak proyek yang ditarget Presiden Jokowi harus rampung pada 2018 itu. Warga butuh penjelasan soal nilai kompensasi jika tanah dan rumah mereka terdampak proyek pembangunan jalur kereta Bandara.
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Riset Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengapresiasi langkah pemerintah membangun jalur KA yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Bandara Adi Soe­marmo. Dia mendorong bandara internasional lain di Indonesia juga mengembangkan sarana transportasi interkoneksi. Banyak keuntungan yang diperoleh dari penyediaan sarana transportasi interkoneksi.
”Penyediaan KA Bandara ini kan menggeliatkan pengguna pesawat terbang. Jadi di Solo akan ada alternatif yang memberikan kemudahan bagi orang menuju bandara dengan menggunakan kereta. Seandainya makin tinggi jumlah pengguna pesawat terbang dan kereta, jadi enggak ganggu jalan raya. Solo sudah memberi contoh. Bandara lain buatlah layanan transportasi macam Solo,” kata Djoko saat dimintai tanggapan soal dampak pembangunan KA Bandara.
Djoko menyampaikan penyediaan KA Bandara akan mengangkat citra Solo menjadi lebih baik terkait penyediaan layanan transportasi umum. Solo sekarang juga telah memiliki jembatan layang (sky bridge) yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi. Dia yakin penyediaan sarana transportasi yang saling terkait tersebut mampu meningkatkan dinamika perekonomian di Solo dan daerah lain di sekitarnya.
Sementara itu, saat dimintai informasi soal teknis pembangunan jalur KA Bandara, Manajer Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Buduyanto, belum bersedia ber­komentar karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dirjen Perkeretaapian. Dia memastikan akan ada sosialisasi resmi kepada warga terkait rencana pembangunan jalur KA Bandara.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>