Warning: Parameter 1 to wp_default_scripts() expected to be a reference, value given in /home/dotcom/www/koran-o/wp-includes/plugin.php on line 580

MASALAH PERTANIAN Pupuk Abal-Abal Banyak Beredar

Moh. Khodiq Duhri

SRAGEN—Kalangan petani diimbau untuk waspada atas peredaran produk abal-abal yang mirip dengan produk terkenal milik PT Petrokimia.
”Kebanyakan pupuk abal-abal itu diberi nama plesetan dari pupuk produksi Petrokimia. Namanya itu bermacam-macam. Bisa NPK Pronska, NPA Ponska, dan lain-lain. Logo pun berbeda dengan punya kami [Petrokimia]. Logo kami itu ada kerbau kuning menghadap ke depan, di bawahnya ada tulisan PG. Kalau yang abal-abal, kerbau itu menghadap samping. Kadang tanduknya lebih panjang dan kelihatan ekornya. Kadang ada anak kerbaunya. Di bagian bawah, tulisannya bukan PG,” terang Sales Supervisor PT Petrokimia Wilayah Sragen Boyolali dan Klaten, Sigit Cahyono.

Hal itu dikatakan Sigit saat ditemui wartawan di Rumah Makan Roso Joyo 2, Jl. Irian, Nglorog, Sragen, Jumat (28/4).
Sigit Cahyono tidak berani menyebut pupuk itu palsu. Sebab dalam kemasan pupuk yang diketahuinya beredar sejak Februari lalu itu terdapat nomor izin edar yang belum ia pastikan asli atau palsu. Jenis pupuk yang paling banyak ditiru adalah NPK Phonska.
Secara kasat mata, kata Sigit, sulit membedakan tampilan produk pupuk asli dengan pupuk abal-abal. Warna, ukuran, bentuk pupuk abal-abal itu relatif sama dengan pupuk asli. Meski begitu, lebih mudah membedakan pupuk abal-abal itu dengan pupuk asli dari tampilan luar. Selain perbedaan nama dan lambang dari Petrokimia, kemasan pupuk abal-abal itu juga tidak mencantumkan kandungan nitrogen, kalium, fosfat dan lain-lain secara tegas.
”Kalau produk petrokimia, misal NPK Phonska itu kandungan nitrogen dan kalium, fosfat dan lain-lain itu 15%. Kalau merek abal-abal, menggunakan +-15%. Jadi kandungannya nitrogennya bisa kurang, bisa lebih. Pada pupuk abal-abal biasanya juga tidak ada tulisan pupuk bersubsidi pemerintah. Namun, ada pula yang sengaja memakai kata subsidi itu,” terang Sigit.
Menurut dia, pupuk abal-abal itu pernah ditemukan di Soloraya beberapa tahun lalu. Bahkan, di Sragen beberapa tahun lalu cukup banyak dite mukan pupuk abal-abal itu. ”Belakangan saya sudah tidak menemukan pupuk abal-abal itu di Soloraya. Tapi, pupuk abal-abal ini masih beredar di luar Soloraya. Saya mengimbau kepada petani untuk lebih jeli. Jangan sampai salah pilih pupuk karena nanti merugikan petani sendiri,” papar Sigit.
PT Petrokimia, kata Sigit, selalu menjaga kualitas produk pupuk. Perusahaan pelat merah itu selalu menguji kualitas pupuk yang diproduksi oleh perusahaan rekanan. Di Sragen dan Klaten sudah ada tiga perusahaan rekanan yang terpaksa diskors karena memproduksi pupuk dengan kualitas yang belum memenuhi standar. ”Kami selalu melakukan uji lab dari produk pupuk mereka. Kalau hasil lab menunjukkan kandungan pupuk itu tidak sesuai parameter yang ditentukan Menteri Pertanian, pupuk itu tidak boleh diedarkan. Sepanjang parameter itu belum dipenuhi, mereka akan tetap kena skors,” tegas Sigit.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, berharap PT Petrokimia terus menjaga kualitas produk pupuk mereka. Menurutnya, tingkat ketergantungan petani Sragen terhadap pupuk dari Petrokimia besar. Dia berharap Petrokimia bisa mengevaluasi model distribusi pupuk supaya tidak terjadi kelangkaan pupuk pada masa tanam serentak.
”Karena pupuk sulit ditemukan pada masa tanam, ada peluang pupuk abal-abal masuk. Kalau pupuk asli tersedia, petani mungkin tidak akan membeli pupuk abal-abal itu,” papar Suratno.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>