JOGJAPT Taspen (Persero) akan mendata ulang pensiunan yang dimulai bulan ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum dan SDM PT Taspen Kantor Cabang (KC) Yogyakarta, Jazair Mafaridik, saat sosialisasi di Kantor Pelayanaan Pajak (KPP) Pratama Yogyakarta, Rabu (2/5).
Didik menjelaskan pendataan ulang atau enrollment itu dilakukan untuk makin mempermudah para pensiunan dalam mengakses layanan Taspen. Hal itu berkaitan dengan proses otentikasi berkala yang harus dilakukan oleh para pensiunan. Proses otentikasi tersebut biasanya dilakukan sebulan, dua bulan, atau enam bulan sekali. Tergantung kategori pensiunan yang mendapatkan jaminan.
“Makanya biasa kami sebut otentikasi 126,” papar dia.
Didik menjelaskan otentikasi sebulan sekali diperuntukkan bagi mereka para veteran dan mendapatkan dana kehormatan. Sedangkan otentikasi dua bulan sekali bagi PNS, pejabat negara, TNI, dan Polri yang tidak mempunyai tunjangan keluarga. Terakhir, otentikasi per enam bulan sekali adalah bagi PNS, pejabat negara, TNI, dan Polri yang masih mempunyai tunjangan keluarga. Otentikasi dilakukan dengan cara pensiunan datang langsung ke kantor cabang Taspen terdekat untuk melapor.
“Tujuannya agar kita [Taspen] tahu bahwa anggota kami ini masih hidup, jadi perlu ada otentikasi ini,” papar dia.
Kemajuan Teknologi
Namun Didik menyebut di era kemajuan teknologi seperti saat ini, proses otentikasi semacam itu dianggap kurang praktis. Sebab pensiunan harus datang langsung ke kantor. Pihak Taspen lantas manggarap pendataan berbasis aplikasi sehingga proses otentikasi bisa dilakukan secara mandiri melalui gawai masing-masing.
Menurut Didik, saat pendataan ulang, pensiunan akan direkam sidik jari, retina mata, dan suaranya. Tiga hal itulah yang nantinya dapat digunakan sebagai identitas dalam proses otentikasi.
Dalam proses pendataan ulang ini, Didik menjelaskan telah menggandeng 14 mitra dari perbankan maupun pos giro. Agar para pensiunan dapat pergi ke mitra-mitra tersebut tanpa harus mendatangi kantor Taspen.
“Bisa di kantor-kantor mitra kami, nanti ada jadwalnya. Proses pendataan ini juga kami lakukan bertahap, bulan ini kami akan memberi pelatihan kepada para mitra. Harapan kami aplikasi ini bisa digunakan secara nasional mulai tahun ini,” jelas dia. (Rheisnayu Cyntara/JIBI)