Fakta Samudra Hindia

Laut terpanas
Tingginya temperatur air membuat Samudra Hindia dijuluki sebagai lautan terpanas di dunia. Kondisi ini menyulitkan fitoplankton untuk tumbuh sementara makhluk ini dibutuhkan sebagai sumber makanan untuk mendukung kehidupan laut. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa kehidupan hewan laut di Samudra Hindia terbatas jika dibandingkan dengan lautan lainnya di dunia.
Sifat fisika aneh
Air di Samudra Hindia diketahui memiliki konsentrasi hidrokarbon baik yang terlarut mau pun mengambang tertinggi dibanding lautan lainnya. Kawasan ini pun mempunyai tingkatan salinitas terendah sekaligus tertinggi.
Samudra Hindia diketahui pula memiliki keseimbangan air paling negatif dibanding seluruh lautan lainnya di dunia mengingat penguapan air lautnya melampaui curah hujan dan aliran sungai.
Ketiga terbesar
Mendengar nama Samudra Hindia, kebanyakan orang akan langsung mengingat posisinya sebagai lautan terbesar ketiga di dunia setelah Samudra Pasifik dan Atlantik. Total wilayahnya yang mencapai 68.556 juta kilometer persegi menempati 20% permukaan bumi sehingga berkontribusi besar terhadap muatan air di Bumi. Ukurannya yang besar membuat Samudra Hindia memiliki volume 292 juta kilometer kubik dengan kedalaman rata-rata 3.890 meter.
Lokasinya unik
Samudra Hindia berbatasan dengan beberapa benua. Ada Afrika di bagian barat, Kepulauan Sunda Kecil dan Australia di sebelah timur, dan Antartika di sebelah selatan. Fakta geografis tersebut menggambarkan keragaman di kawasan ini.
Setidaknya terdapat 57 kelompok pulau, 16 negara Afrika dan 18 negara Asia yang terhubung langsung dengan lautan ini. Di lain sisi, terdapat pula sejumlah pelabuhan atau kota besar yang terkoneksi secara tidak langsung.
Lempeng tektonik
Kawasan Samudra Hindia berbatasan dengan sejumlah lempeng tektonik dan satu titik pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Rodrigues Triple Point. Rodrigues Triple Point merupakan triple junction yang mempertemukan lempeng Afrika, Indo-Australia dan Antartika.
Kandungan ­oksigen ­sangat rendah
Perairan di kawasan ini memiliki salah satu kandungan oksigen terendah di dunia. Ini dikarenakan tingkat penguapan yang lebih tinggi dibanding curah hujan.
Pelabuhan terpenting
Sebanyak tiga pelabuhan di India seperti Chennai, Mumbai dan Kolkata berada di Samudra Hindia. Tak hanya itu, ada pula Colombo di Sri Lanka, Richards Bay di Afrika Selatan, Jakarta di Indonesia dan Melbourne di Australia.
Pelabuhan-pelabuhan ini tak hanya penting bagi perdagangan masing-masing negara, namun juga secara global. Akses utama ke Samudra Hindia adalah melalui Terusan Suez di Mesir, Selat Malaka di Indonesia/Malaysia, Selat Hormuz di Iran/Oman dan Selat Bab el Mandeb di Djibouti/Yaman. Hal ini pula yang menambah nilai strategis pelabuhan-pelabuhan tersebut.
Cadangan minyak dunia
Samudra Hindia memiliki kontribusi tersendiri dalam perdagangan dunia. Selain menjadi rute navigasi dan kaya mineral, kawasan ini juga menyimpan cadangan minyak yang mampu memenuhi 40% produksi total minyak dunia.
Temuan benua tenggelam
Fakta menarik lainnya adalah terdapat benua, Kerguelen Plateau, di Samudra Hindia. Benua mini ini secara bertahap tenggelam sekitar 20 juta tahun lalu.
Tertutup
Samudra Hindia yang menjadi muara dari sejumlah sungai seperti Sungai Zamezi, Tigris-Eufrat, Indus, Gangga, Brahmaputra dan Irrawady ini diklasifikasikan sebagai lautan yang tertutup karena bagian utaranya dikunci Benua Asia.

Sumber: Liputan6 (kiq)