Masyarakat Diimbau Waspadai Cuaca Buruk

WONOGIRI—Berdasarkan informasi Stasiun Klimatologi Semarang terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia. Selain itu, aliran udara basah dari Samudra Hindia akan memengaruhi peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Hal ini terjadi di wilayah Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat. Potensi gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Sekretaris Desa Paranggupito, Dwi Hartono saat dihubungi Koran Solo, Minggu (6/5) mengatakan angin yang berada di kawasan Wonogiri bagian selatan masih berhembus kencang. Selain itu gelombang laut masih tinggi.
“Nelayan sulit mencari ikan, akhirnya para nelayan penghasilannya ditopang sektor pertanian. Para nelayan memilih menanam kacang. Saat ini sedang panen namun harga kacang turun,” ujar Dwi Hartono.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, saat memberi informasi kepada Koran Solo mengatakan Kabupaten Wonogiri merupakan daerah yang cukup rawan bencana sehingga dampak yang ditimbulkan tentunya sesuai dengan bencananya.
“Potensi rawan bencana yang dominan sesuai tingkatan intensitasnya saat turun hujan seperti ini mulai dari tanah longsor, angin kencang dan banjir, sedangkan gelombang tinggi diperkirakan tidak mencapai permukiman penduduk, masih dalam area wisata pantai,” ujar Bambang Haryanto
Untuk masyarakat Kabupaten Wonogiri bagian selatan khususnya Kecamatan Paranggupito yang berbatasan langsung dengan laut diimbau waspada terhadap gelombang tinggi. (Ichsan Kholif Rahman)