Pembangunan Desa Terapkan Padat Karya Warga Diberi Upah Rp60.000/Hari

SUKOHARJO—Sejumlah pemerintah desa mulai mengimplementasikan program padat karya tunai yang dibiayai dana desa. Setiap warga yang dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur diberi upah Rp60.000 per hari.
Sebagian besar desa di Sukoharjo telah menerima bantuan dana desa tahap I yang berasal dari pemerintah pusat sebesar 20 persen. Pada 2018, pengerjaan proyek fisik dilakukan secara swakelola sehingga mendongkrak daya beli masyarakat. Masyarakat setempat diberdayakan menjadi pekerja proyek fisik.
“Proyek fisik yang dikerjakan secara swakelola adalah pembangunan cor rabat jalan sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter,” kata Kepala Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sulistyo Mulyono, saat berbincang dengan Koran Solo, Minggu, (6/5).
Proyek pengecoran rabat jalan itu menelan dana Rp8 juta. Sebagian dana digunakan untuk membeli bahan material bangunan seperti semen dan pasir. Sebagian dana lainnya digunakan untuk membayar upah para pekerja lokal. Jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam pengecoran rabat jalan hampir 50 orang.
Masing-masing masyarakat yang bekerja mengecor rabat jalan diberi upah Rp60.000 per hari. “Masyarakat menerima penghasilan tambahan otomatis kesejahteraannya meningkat,” ujar dia.
Pengerjaan proyek fisik di Desa Karangwuni dimulai pada awal Mei. Proyek fisik yang dikerjakan adalah perbaikan saluran drainase di sejumlah lokasi. Desa Karangwuni merupakan salah satu daerah yang kerap kena banjir saat musim penghujan. Prioritas pembangunan infrastruktur difokuskan perbaikan saluran drainase. “Perbaikan saluran drainase dilakukan di beberapa wilayah rukun warga (RW),” tutur dia.
Sementara itu, Koordinator petugas pendamping desa di Kecamatan Polokarto, Tri Setianto, mengatakan pengecoran rabat jalan di Desa Karangwuni menjadi proyek fisik kali pertama yang dikerjakan menggunakan konsep padat karya tunai di wilayah Polokarto. Desa lainnya bakal melakukan hal serupa lantaran telah menerima bantuan dana desa.
Di Polokarto, jumlah desa yang belum mencairkan dana desa tahap I sebanyak lima desa. “Mudah-mudahan kelima desa itu segera mencairkan dana desa, waktunya cukup mepet. Dua pekan lagi sudah memasuki Bulan Puasa. Pengerjaan proyek fisik harus digenjot untuk mengejar target rampung tepat waktu,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)