Produksi Lele di Kampung Lele Turun

BOYOLALI—Produksi ikan lele di kampung lele Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, menurun. Sementara itu, permintaan lele dari berbagai daerah tidak berubah.
Sejumlah peternak di kampung lele mengatakan, dari dua kolam yang dipanen biasanya menghasilkan 7 kuintal lele sedangkan sebelumnya bisa menghasilkan lebih dari itu dengan jumlah lele yang sama.
Salah satu peternak setempat, Daryanto, mengakui penurunan ini ada pada berat badan ikan lele. “Sekarang dari dua kolam hanya menghasilkan sekitar 7 kuintal padahal jumlah ikannya sama,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (5/5).
Dia menduga, kondisi ini disebabkan cuaca ekstrem akhir-akhir ini. “Kemungkinan karena cuaca. Tapi mungkin juga disebabkan hal lain yang saya tidak tahu. Cuaca seperti ini kan juga terjadi setiap tahun dan saat itu panen baik-baik saja,” imbuhnya.
Sementara itu, meski produksi turun, permintaan lele dari konsumen maupun tengkulak tidak berubah. Para pembeli lele ini berasal dari Boyolali dan daerah lain seperti Jogja.
Kondisi permintaan dan persediaan yang tidak seimbang ini ini membuat peternak menaikkan harga jual komoditas mereka untuk mengimbangi ongkos produksi dan operasional. Para peternak yang biasanya menjual lele senilai Rp15.000/kilogram (kg), kini menjadi Rp16.000/kg.
Sementara itu, peternak benih, Sugiyatno mengatakan hal senada dengan Daryanto. Menurutnya, sejumlah peternak lele yang bermitra dengannya mengeluhkan penurunan produksi lele. “Produksi lele dari semua peternak di kampung lele ini rata-rata 10 ton per hari. Sekarang sekitar 6 ton per hari,” ujarnya.
Hal ini menyebabkan peternak kesulitan membagi jatah bagi pembeli lepas. “Kalau sudah begini peternak hanya ngasih ke pelanggan. Itu saja masih kurang-kurang,” tambahnya.
Sementara itu, sebelumnya diberitakan (Koran Solo, 5/5) Boyolali masih kekurangan 150 juta ekor benih ikan lele setiap tahun. Sementara itu, Pemkab akan memindahkan Balai Benih Ikan (BBI) Bangak, Banyudono ke daerah Tlatar, Boyolali Kota.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Juwaris mengatakan, kebutuhan benih ikan lele di Boyolali mencapai 300 juta ekor per tahun. Sedangkan produksi Boyolali baru sekitar 150 juta ekor benih per tahun. “Kebutuhannya 300 juta ekor per tahun dan produksinya baru 150 juta ekor, atau masih kurang 150 juta ekor benih per tahun,” ujarnya kepada Espos, Jumat (4/5).
Produksi lele Boyolali ini berasal dari BBI milik Pemkab dan unit perbenihan rakyat (UTR). Sedangkan untuk memenuhi kekurangan benih itu, konsumen mendatangkan dari Jawa Timur. (Akhmad Ludiyanto)