TANGGA LANGIT KETUJUH

TURIN—Sejak Juventus memenangi Derby d’Italia dan Napoli terpeleset 0-3 di kandang Fiorentina, April lalu, pendulum scudetto sudah terbaca mengarah ke Turin. Tepatnya, di Allianz Stadium yang menjadi markas besar Juventus.

Juve seolah hanya menunggu waktu untuk merengkuh scudetto musim ini. Kemenangan atas Bologna dengan skor 3-1 pada giornata ke-36 di Allianz Stadium, Minggu (6/5) dini hari WIB, seolah menjadi tangga bagi tim berjuluk Nyonya Tua tersebut ke langit ketujuh untuk merengkuh scudetto ketujuh mereka secara beruntun.
Juve hanya perlu sedikit bersabar karena Napoli bermain imbang 2-2 atas Torino. Napoli unggul dua kali, namun Torino dua kali pula berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan dengan tim asal Naples itu.
Juve unggul enam poin atas Napoli dengan dua pertandingan tersisa. Sebenarnya, tim raksasa Turin ini hampir pasti juara karena meski rekor head-to-head kedua tim sama kuat, Mario Mandzukic dkk. unggul jauh dalam selisih gol ketimbang rival terdekat mereka itu. Yakni surplus 61 gol untuk Juve, serta surplus 45 gol untuk Napoli. Tapi belum ada garansi keunggulan selisih gol pasukan Massimiliano Allegri itu bakal dipertahankan Juve sampai akhir musim nanti.
Artinya, Juve perlu hasil imbang pada laga berikutnya di markas AS Roma, Stadion Olimpico untuk mengunci scudetto tersebut tanpa memedulikan hasil atau selisih gol Napoli pada giornata ke-37, akhir pekan nanti.
Bagaimana pun, aroma scudetto sudah tercium di Allianz Stadium. Allenatore Juve, Massimiliano Allegri, juga tidak menyangkal hal itu. Mantan pelatih AC Milan tersebut menilai scudetto kali ini bakal menjadi yang paling indah karena diperoleh dengan perjuangan berat sejak awal musim.
“Ini akan menjadi scudetto paling indah dan paling sulit, namun setiap tahun kami bisa melewatinya. Kami merasa terhormat setiap memasuki kompetisi yang kami ikuti dan berusaha mengakhirinya dengan sebaik mungkin. Jangan lupa, Napoli masih bisa menembus 93 poin [di akhir musim],” jelas Allegri, seperti dilansir juventus.com.
Faktor Costa
Juve kembali menunjukkan mental juara ketika menundukkan Bologna. Tim yang juga beralias Bianconeri itu sempat tertinggal gol penalti Simone Verdi. Tapi pasukan binaan Allegri ini bangkit karena gol bunuh diri pemain Bologna, Sebastian De Maio dan dua gol masing-masing dari Sami Khedira dan Paulo Dybala. Juve mengulang comeback ketika sempat tertinggal 1-2 untuk menang 3-2 atas Inter Milan pada Derby d’Italia, akhir pekan lalu.
Kendati tidak mencatatkan namanya di papan skor, penampilan pemain pengganti Juve, Douglas Costa, saat melawan Bologna pantas diacungi jempol. Karena tanpa assist dari pemain berdarah Brasil itu, Khedira dan Dybala tidak mungkin mencetak gol. Costa menunjukkan sebagai pelayan setia bagi rekan-rekannya yang dibuktikan dengan 12 assist. Bahkan, tujuh assistnya dicetak setelah turun dari bangku cadangan.
Meski demikian, Juve tetap tidak boleh larut dengan gelar scudetto yang semakin dekat dalam genggaman mereka itu. Juve masih harus bertemu AC Milan pada final Coppa Italia di Olimpico, Kamis (10/5) pukul 02.00 WIB.
”Kami bisa katakan, kemenangan ini [atas Bologna] membuat kami 80 persen meraih scudetto, meski belum sepenuhnya mendapatkannya. Singkirkan dahulu itu sejenak, dan sekarang yang kami pikirkan hanya final Coppa Italia,” ungkap defender Juve, Andrea Barzagli. (JIBI)

 

Hanifah Kusumastuti
redaksi@solopos.co.id