Tiongkok

Pada era pemerintahan Dinasti Qing (1644–1912), orang-orang Manchu sempat menjadi khawatir jika orang-orang Han berambisi untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Ming. Mereka mengeluarkan larangan atas kungfu dan menangkap ahli-ahli kungfu yang dianggap bisa mengajarkan ilmu bela diri yang dapat dipakai untuk memberontak.
Banyak orang-orang Tiongkok yang kemudian memilih untuk mengajarkan ilmu-ilmu kungfu secara tersembunyi guna menghindari masalah dengan Pemerintah Qing. Banyak juga ahli bela diri yang menyimpan ilmu mereka dalam seni akrobat, drama, pertunjukkan, memasak, pengobatan dan menyembunyikan kungfu ini ke dalam opera. Para ahli kung fu mulai muncul saat akhir Dinasti Qing dan melakukan Pemberontakan Boxer (1899 – 1901) melawan kekuasaan asing Aliansi Delapan Negara. Masyarakat Tiongkok menggunakan kungfu tangan kosong untuk membela dirinya sedangkan para bangsawan selain kungfu mereka juga selalu membawa pistol.