penyakit masyarakat Pelajar Pesta Miras di Manahan

SOLO—Perbuatan tidak terpuji dilakukan tiga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo. Di saat jam sekolah, Senin (7/5) pagi, ketiganya justru menggelar pesta minuman keras (miras) di ruang publik di kawasan selter Manahan Solo.

Warga yang gerah dengan kegiatan negatif itu akhirnya melaporkan mereka ke Polsek Banjarsari. Tak butuh waktu lama, anggota Unit Reskrim Polsek Banjarsari langsung terjun ke lokasi dan menangkap ketiga pelajar itu.
”Kami menerima informasi dari warga, ada tiga pelajar pesta miras sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas langsung menindaklanjuti laporan dengan menangkap tiga pelajar itu,” ujar Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo saat ditemui wartawan di Mapolsek Banjarsari, Senin.
Komang menjelaskan ketiga pelajar yang diketahui masih di bawah umur itu kemudian diberikan pembinaan dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Ketiga pelajar ini juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.
”Kami juga menangkap dua PSK [Pekerja Seks Komersial] saat sedang mangkal di kawasan Terminal Tirtonardi, Gilingan,” kata dia.
Kedua PSK itu, lanjut dia, dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring). Kanit Reskrim Polsek Banjarsari Iptu Syarifudin, mengungkapkan Polsek Banjarsari sejak akhir April sampai awal Mei mengamankan 23 orang pelaku kasus penyakit masyarakat (pekat). Semua pelaku sudah disidangkan Tipiring di PN Solo. Barang bukti yang diamankan sebanyak puluhan botol miras jenis ciu yang dikemas dalam bekas air mineral.
”Dari 23 orang yang disita, satu orang diketahui sebagai penjual miras ciu. Sementara sisanya pemabuk,” kata dia.
Ia mengimbau kepada warga yang mendapati kasus pekat di kampung segera melaporkannya ke Mapolsek Banjarsari. Polsek akan gencar melakukan razia pekat khususnya menjelang Ramadan.

 

Muhammad Ismail
redaksi@koransolo.co