Dinkop Jateng Ajak UMKM Branding Produk

SEMARANG—Dinas Koperasi dan UMKM Jateng mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) membuat branding produk yang dibuat. Hal tersebut bertujuan agar produk buatan UKM Jateng tidak ditiru orang lain.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati mengatakan tengah melatih 120 perwakilan UKM dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Banyak pelaku UKM di Jateng yang belum mem-branding produk buatan mereka.
”Kami melatih para pelaku UKM melakukan branding, serta memberi arahan kepada pelaku UKM untuk berani keluar dan memasarkan produk mereka. Bukan hanya itu kami juga memberikan pelatihan kepada UKM agar bisa melayani konsumen dengan baik,” kata Ema, Selasa (8/5).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) ada 5 juta pelaku UKM yang ada di Jateng. Namun, baru 115.000 UKM yang baru terdaftar di Dinkop dan UMKM.
Ema meminta para pelaku UKM untuk lebih kreatif dan berani berinovasi agar produk buatannya semakin dikenal masyarakat luas, tak lupa branding dan nama merek yang menarik juga menjadi daya tarik tersendiri dalam memasarkan produk.
”Pelaku UKM harus lebih sering berinovasi agar produk buatan mereka dapat segera dikenal luas masyarakat. Dan anggaran yang cukup besar untuk pengembangan UKM harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku UKM,” papar di.
Sementara itu, Dinkop juga akan mendampingi tiap kabupaten untuk pengembangan UKM. Namun, hal tersebut belum bisa terlaksana dengan maksimal karena keterbatasan anggaran.
Menurut Ema, baru ada enam kabupaten/kota yang dilakukan pendampingan para pelaku UKM. Ketujuh kabupaten/kota, yakni Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, Solo, Sukoharjo, dan Purbalingga. ”Tahun depan kami targetkan 35 kabupaten/kota sudah ada pendampingan mengenai UKM, dengan meratanya pendampingan ditiap kabupaten akan semakin memajukan UKM serta menatanya lebih baik,” papar dia. (Alif Nazzala Rizqi/JIBI)