kasus pencurian Dua ABG Bobol Sekolah

BARANG BUKTI: Petugas Polsek Ngaglik menunjukkan sejumlah barang bukti hasil pencurian, saat jumpa pers di Polsek Ngaglik, Sleman, DIY, Selasa (8/5). Wisma pemain sepak bola PSS Sleman di Dusun Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, disatroni maling. Sejumlah perlengkapan sepak bola dan ponsel milik pemain PSS lenyap digondol maling.

BOYOLALI—Kasus pencurian di lingkungan sekolah meresahkan warga wilayah Kecamatan Klego, Boyolali, beberapa waktu terakhir. Saat ini dua pelaku berhasil ditangkap polisi, satu di antaranya masih anak di bawah umur.
Informasi yang dihimpun Koran Solo di Mapolsek Klego, Selasa (8/5), dua pelaku pencurian di lingkungan sekolah itu adalah remaja dan anak di bawah umur. Mereka adalah M. Alfandi, 18, warga Karangmojo Tengah RT 005/ RW 002 Desa Karangmojo, Klego, dan BS, 16, warga Boyolali. Keduanya dibekuk polisi di rumah masing-masing berdasarkan laporan masyarakat setempat. ”Sekarang, mereka sedang menjalani pemeriksaan. Satu pelaku sudah berkali-kali berurusan dengan polisi,” ujar Kapolsek Klego AKP Noor Akhmad Kholis, SH, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi.
Kholis menjelaskan, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah oleh sejumlah aksi pencurian akhir-akhir ini. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menghimpun informasi. Setelah polisi memiliki cukup banyak bukti, para pelaku diringkus di kediamannya beserta barang-barang hasil curiannya, Selasa (8/5) pukul 00.30 WIB. ”Hasil pencurian yang kami amankan antara lain DVD, sejumlah proyektor merk Microvision warna putih, laptop merek Compac, komputer merk Lenovo, serta tabung gas 3kg,” jelasnya.
Menurut Kapolsek, kasus pencurian ini sungguh memprihatinkan. Meski pelaku masih berusia belasan tahun, namun sudah berulang kali mencuri di lingkungan sekolah dasar (SD). ”Mereka ini mencuri dengan membuka genting sekolah dan keluar melalui jendela, layaknya pencuri orang dewasa,” tambahnya.
Lantas, hasil curiannya itu untuk apa? Salah satu pelaku, M.Affandi mengaku nekat mencuri dengan alasan untuk jajan. Namun, pengakuan ini masih akan terus dikonfirmasi kepolisian. ”Barang-barang curian saya jual, lalu uangnya buat jajan,” jelas Alfandi.
Kini, mereka mendekam di Mapolsek untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (curat). Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara.
Sementara itu, pelaku pencurian yang masih di bawah umur akan ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Boyolali. Hal itu mengacu pada Undang-Undang No.11/ 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. (Aries Susanto)