KEBAKARAN KARANGANYAR Rumah Oven Kayu Dilalap Si Jago Merah

KARANGANYAR—Ruang oven kayu pada rumah penggergajian dan pengolahan kayu di Dukuh Swareng RT 001/RW 002, Desa Tunggulrejo, Jumantono, Karanganyar, Selasa (8/5) pukul 06.00 WIB, terbakar.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun kerugian total ditaksir mencapai Rp390 juta.
Informasi yang dihimpun Koran Solo dari berbagai sumber, rumah penggergajian dan pengolahan kayu itu milik Samroh, 47. Dia tercatat sebagai warga setempat yang beralamat sama dengan lokasi kebakaran.
Kebakaran diketahui kali pertama oleh salah seorang karyawannya, Setu, 40, warga Dukuh Swareng, RT 005/RW 002, Tunggulrejo, Jumantono.
Saat kejadian, Setu hendak mengecek ruang oven kayu. Saat itu, dia melihat melihat asap mengepul dan membubung dari atap salah satu bangunan rumah penggergajian dan pengolahan kayu.
Melihat hal itu, Setu berteriak meminta tolong. Dia memberitahu rekannya, Pardi, 35, dan pemilik rumah penggergajian dan pengolahan kayu, Samroh. Mereka mengecek asal asap. Ternyata, asap berasal dari tumpukan kayu yang sedang dioven. Kayu dalam keadaan terbakar.
Kapolsek Jumantono, AKP Sutami, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan korban menghubungi kantor pemadam kebakaran Karanganyar. Selang beberapa saat, tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.
”Damkar dari Karanganyar dan satu unit mobil tangki air dari BPBD Karanganyar. Menyusul tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Solo,” kata Kapolsek.
Proses pemadaman memakan waktu sekitar 3,5 jam. Api dapat dipadamkan pukul 09.30 WIB. Api merembet dan membakar tumpukan kayu. Api diduga muncul akibat hubungan pendek arus listrik pada mesin blower.
”Api berhasil dipadamkan setelah membakar 50% bangunan. Total kerugian korban Rp390 juta. Perinciannya kayu olahan jenis mahoni 30 kubik senilai Rp180 juta, tempat dan alat oven Rp180 juta, dan bangunan senilai Rp30 juta. Situasi hingga pemadaman rampung, aman dan terkendali,” ujar dia.

 

Sri Sumi Handayani
redaksi@koransolo.co