PENEMUAN MAYAT Penjual Roti Bakar Ditemukan Meninggal di Rumah

SOLO—Wawan Ruswana, 48, warga Jl. KH. Wakhid Hasyim No. 34, Kampung Joyotakan RT 004 /RW 001, Joyotakan, Serengan, Solo, ditemukan membusuk di dalam rumah, Selasa (8/5). Wawan diduga meninggal dunia sekitar dua hari sebelumnya karena sakit jantung.
Seorang warga Kampung Joyotakan, Sutinah, meng­ungkapkan warga kampung terganggu dengan adanya bau tidak sedap yang terasa sejak Minggu malam. Warga sempat mencoba mencari bau busuk tersebut tetapi tidak ketemu.
“Saya mencurigai bau busuk tersebut bersumber dari rumah Wawan. Ternyata benar bau busuk tersebut berada di dalam rumah. Kemudian warga bersama petugas Linmas Kelurahan Joyotakan mendobrak pintu depan rumah,” kata dia.
Warga Kampung Joyotakan, lanjut Sutinah, terkejut melihat badan Wawan di ruang tengah membujur kaku dalam kondisi jasad sudah membusuk. Warga langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Serengan.
“Anggota Polsek Serengan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Jasad Wawan langsung dievakuasi tim dokter dan dibawa ke RSUD [Rumah Sakit Umum Daerah] dr. Moewardi, Jebres untuk diautopsi. Saya selama ini mengetahui Wawan bekerja sebagai penjual roti bakar,” kata dia.
Kapolsek Serengan, Kompol Giyono mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, mengungkapkan Polsek Serengan menerima laporan penemuan mayat membusuk di dalam rumah pukul 07.00 WIB. Polsek meminta bantuan tim dokter dari Klinik Bhayangkara Polresta untuk memeriksa kondisi jasad.
“Kami memeriksa tiga orang saksi yang semuanya adalah tetangga Wawan. Wawan sebelumnya pernah mengeluhkan sakit jantung kepada warga pada Minggu pagi,” kata dia.
Hasil olah tempat kejadian perkara, lanjut dia, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan terhadap Wawan. Kondisi rumah Wawan saat ditemukan juga dikunci dari dalam rumah. Wawan kemungkinan besar meninggal dunia dua hari lalu,” kata dia. (Muhammad Ismail)