PT KAI GRATISKAN TARIF SELAMA TIGA HARI Kereta Bandara Beroperasi Jumat

SOLO—PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI/Yogyakarta akhirnya mengoperasikan dua kereta api (KA) Bandara untuk rute Solo-Jogja-Kutoarjo mulai Jumat (11/5).

Kerete rel diesel elektrik (KRDE) dengan nama KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) itu baru dipesan dari PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun. Dua rangkaian kereta yang sedianya dimanfaatkan untuk melayani rute kereta bandara yakni Bandara Adi Soemarmo-Solo Balapan-Stasiun Tugu Jogja, tersebut akan dioperasikan terlebih dahulu untuk melayani rute Prambanan Ekspress (Prameks), yaitu Solo Balapan-Jogja-Kutoarjo.
Tiket KA BIAS itu pun direncanakan berlaku secara parsial yakni Solo-Jogja senilai Rp30.000/penumpang dan Solo-Kutoarjo Rp40.000/penumpang. Harga tiket KA BIAS lebih mahal dibandingkan tarif Prameks karena dirancang dengan banyak keunggulan dibanding kereta yang selama ini melayani Prameks. Selain itu, pemerintah belum mengalokasikan anggaran subsidi untuk KA BIAS sehingga tarif yang berlaku bukan tarif subsidi.
”Jadi tarifnya beda dengan Prameks karena Prameks sudah dengan subsidi pemerintah jadi tarifnya hanya Rp8.000/penumpang,” kata Marcomm Manager PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, kepada Koran Solo, Selasa (8/5).

Menurut Eko, tarif Rp30.000 hingga Rp40.000 per penumpang bisa diterima pasar Solo-Jogja-Kutoarjo, terutama pengguna jasa yang menginginkan kenyamanan mobilitas alternatif selain bus. “KA ini adalah kereta mewah, lebih nyaman dan aman, bahkan kalau bisa jarak tempuhnya bisa lebih singkat.”
Selama ini, KA Prameks Solo-Jogja rata-rata ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam. Dengan KA BIAS waktu tempuh bisa lebih cepat yaitu sekitar 40 menit. Namun waktu tempuh itu akan diatur lagi menyesuaikan dengan kondisi trek dan pengaturan lintasannya.
Dia menjelaskan PT KAI bakal meresmikan operasional dua rangkaian KA BIAS untuk rute Prameks sebelum melayani rute kereta bandara Jumat (11/5) besok sekitar pukul 08.00 WIB. Meskipun PT KAI sudah merumuskan tarif untuk KA BIAS namun PT KAI berencana memberikan program promo kepada pelanggan kereta api Solo-Jogja dengan menerapkan tarif Rp0 selama tiga hari operasional perdana. ”Itu baru rencana ya. Jadi tiga hari pertama nanti penumpang yang berkesempatan naik KA BIAS kami gratiskan terlebih dahulu apalagi ini juga baru masa uji coba,” papar dia.
PT KAI berharap dengan program promo tarif Rp0, masyarakat Solo, Jogja, dan Kutoarjo akan antusias mencoba layanan KA BIAS. Untuk tiga hari pertama, KA BIAS akan menampung penumpang sejumlah kapasitas yang tersedia.
Seperti diketahui, KRDE yang terdiri atas empat gerbong tersebut berkapasitas 200 tempat duduk. Namun, untuk kondisi normal kapasitas dengan penumpang berdiri bisa sampai 393 penumpang, saat maksimum operasional bisa 492 penumpang, dan saat crush load bisa 589 penumpang.
Terkait jumlah perjalanan yang akan dioperasikan dengan dua rangkaian tersebut, Eko menyebut saat ini PT KAI masih membahas masalah tersebut. Pembahasan terkait jumlah perjalanan akan menyesuaikan jadwal pengiriman KA dari Inka Madiun.
“Nah nanti lihat dulu, apakah dua KRDE itu langsung dikirim sekaligus ke Daop VI atau satu per satu. Memang informasinya hari ini mau di kirim ke Solo Balapan, tapi kami lihat perkembangan karena dari kantor pusat ini masih rapat terus terkait rencana operasional dua KA tersebut,” papar dia.
Dihubungi terpisah, Humas PT Inka Madiun, Cholik Mohammad Zamzam, mengatakan dua rangkaian KA BIAS, segera meluncur ke Solo. Sejak Selasa siang, dua rangkaian kereta itu sudah ditempatkan di Stasiun Madiun. ”Siang ini posisinya sudah keluar dari Inka dan sudah ada di Stasiun Madiun. Rencananya sore ini diberangkatkan menuju Solo, tapi setelah ada informasi terbaru dari PT KAI, rencana pengiriman kami lakukan besok [hari ini],” kata Cholik.
Sebelum dioperasikan Jumat, satu kereta akan ditempatkan di Stasiun Solo Balapan dan satu lagi di Stasiun Kutoarjo. Setelah menyelesaikan pemesanan dua KRDE dari PT KAI, PT Inka juga kini tengah menyelesaikan pemesanan 10 rangkaian kereta dengan tipe yang sama.
Sebelumnya, Dirut PT KAI, Edi Sukmoro, pernah menyebut PT KAI memesan 10 rangkaian lagi untuk operasional kereta bandara. “Kami hanya memenuhi permintaan untuk pembuatan keretanya,kalau penempatannya nanti di mana dan untuk apa itu kewenangan PT KAI,” imbuh Cholik.
Pantauan Madiunpos.com di PT Inka yang ada di Jl. Yos Sudarso, Kota Madiun, Selasa, satu rangkaian kereta BIAS berwarna hijau, hitam, dan putih itu terlihat masih berada di perusahaan milik negara itu. Beberapa pekerja terlihat masih melakukan finishing dan pembersihan di bagian dalam kereta.
General Manager Corporate Secretary PT Inka (Persero), I Ketut Astika, mengatakan PT Inka mendapatkan pekerjaan pembuatan KRDE dari PT KAI ada tiga unit. Satu unit KRDE digunakan untuk Bandara Internasional Minangkabau di Padang dan dua unit untuk Solo. Dia menuturkan pengoperasian kereta BIAS rencananya diresmikan Menteri Perhubungan pada Jumat di Solo.
Ketut menyampaikan dua rangkaian kereta itu secara fisik sudah siap dioperasikan. Kereta itu juga sudah menjalani masa uji coba dan pengujian dari tim teknis Kementerian Perhubungan. Sehingga dipastikan sudah siap untuk dikirim ke Solo. ”Ujinya sudah dilakukan bersama PT KAI dan tim teknis dari Kementerian Perhubungan,” terang dia. (JIBI/Madiunpos.com/Abdul Jalil)

 

HIJRIYAH AL WAKHIDAH
redaksi@koransolo.co