BATAL DIRESMIKAN HARI INI Kereta Bandara Tunggu Sertifikasi

SOLO—Kereta Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) batal diresmikan Jumat (11/5) ini. Kereta yang diberi nama Solo Ekspres ini masih menunggu penyertifikatan untuk bisa dioperasikan.
Solo Ekspres mulai diuji coba pada Kamis (10/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Kereta dengan dominasi warna hijau dan putih tersebut diberangkatkan dari Stasiun Solo Balapan menuju Jogja.
Marcomm Manager PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, me­minta maaf kepada masyarakat karena penundaan peresmian pengoperasian kereta produksi PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun tersebut. Menurut dia, waktu peresmian segera dijadwalkan ulang. Sementara sambil menunggu jadwal peresmian yang baru, PT KAI akan mematangkan persiapan sarana transportasi baru itu.
”Kami lakukan uji coba dulu. Kalau sudah nanti disertifikasi. Sambil menunggu jadwal peresmian, kami manfaatkan untuk uji coba dan proses sertifikasi awak dan sarananya. Masinis dan asisten masinis harus adaptasi dengan kereta Solo Ekspres,” ujar dia saat meninjau Kereta Solo Ekspres di Stasiun Solo Balapan, Kamis.

Dia mengatakan uji coba kereta dan sertifikasi untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan penumpang. Eko tidak dapat memastikan waktu yang dibutuhkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memproses sertifikasi hingga menerbitkan sertifikat, namun dia berharap proses berjalan cepat.
Selain untuk memanfaatkan kereta baru, keberadaan Solo Ekspres diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di rute yang selama ini dilayani kereta Prameks, yaitu Solo-Jogja-Kutoarjo. ”Selama ini untuk kereta api Prameks dalam sehari [21 trip] tidak kurang dari 16.000 penumpang yang dilayani. Itu pun belum bisa melayani seluruh penumpang. Solusi sementara dengan kereta api terusan seperti Lodaya, Kahuripan atau kereta api yang ke arah timur,” terang dia. Sayangnya, kereta api terusan hanya bisa diakses jika masih tersedia.
Terkait jadwal dan tarif, Eko memastikan saat ini masih dikaji lebih lanjut. Yang jelas kereta yang nantinya melayani penumpang dari Bandara Adi Soemarmo ke Stasiun Solo Balapan atau sebaliknya itu akan dioperasikan pada jam-jam sibuk.
Sementara itu, Koordinator komunitas Soko Nyepur Dadi Sedulur, Totok Dharmawan, menyambut baik penambahan kereta api rute Solo-Jogja-Kutoarjo. Hal itu akan membantu pengguna kereta api. Hanya, dia berharap agar tarifnya tidak terlalu tinggi.
”Untuk harganya yang kurang cocok. Kalau tarif Rp30.000-Rp40.000 ya kalau saat kepepet saja berarti. Saat ketinggalan kereta Prameks, satu atau dua kali tidak masalah,” kata dia kepada Koran Solo, Kamis.
Menurutnya, tambahan kereta api tersebut akan lebih membantu jika tarif lebih terjangkau, meskipun nonsubsidi. ”Mungkin antara Rp20.000-Rp30.000 masih bisa dijangkau karena fasillitasnya kan juga berbeda [dengan Prameks],” terang dia. (JIBI)

 

BAYU JATMIKO ADI