KASUS PENIPUAN Berpistol Palsu, Kopassus Gadungan Tipu Bakul Ponsel

SOLO—Adi Susanto Misma, 47, warga Jl. Kyai Haji Mudzakir No.4 RT 004 /RW 012, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Solo karena menipu penjual ponsel di Singosaren Plaza, Kemlayan, Serengan, Solo, 23 April lalu.
Modus pelaku mengaku sebagai anggota TNI di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan membawa senjata berupa pistol korek api. Korban penipuan adalah SH, 47, warga Serengan.
”Saya mendatangi SH untuk bisnis jual-beli belasan unit ponsel dengan nilai sekitar Rp16 juta. Setelah uang diterima ponsel tidak saya kirim ke SH,” ujar Adi kepada wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (9/5).
Adi mengaku saat mendatangi SH di kiosnya, dia mengenakan tas ransel doreng. Di dalam tas terdapat senjata api laras pendek yang tak lain pistol korek api untuk menakuti SH.
”Saya nekat melakukan perbuatan ini karena terlilit banyak utang dan butuh uang banyak untuk biaya persalinan istri di rumah sakit,” kata dia.
Ia mengaku selama ini hanya bekerja sebagai sopir mobil pribadi yang penghasilannya tidak banyak. Kemudian berusaha mencari pekerjaan sampingan, tetapi tidak berhasil hingga akhirnya mencari jalan pintas.
Panit Resmob Polresta Solo, Ipda Stevano Leonard Johannes, mewakili Plh. Kasatreskrim Polresta AKP Sutoyo mengungkapkan terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil pengembangan kasus penipuan dengan korban Ramto, warga Dukuh Sumyang RT 002 /RW 006 Desa Jatipurno, Trucuk, Klaten, yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkot Solo.
Adi saat menipu Ramto, mengaku sebagai karyawan PT Adira Finance menawarkan dua unit sepeda motor harga murah hasil lelang senilai Rp34 juta.
”Adi ternyata juga menipu penjual ponsel di Singosaren Plaza dengan modus sebagai anggota Kopassus untuk menakuti SH. Kerugian kasus ini senilai Rp16 juta,” ujar Stevano.
Satreskrim, lanjut dia, mengamankan barang bukti berupa kertas bukti transfer uang, buku tabungan, ponsel, pistol korek api, dan tas ransel doreng. Adi dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Muhammad Ismail)