Sunday Market Terancam Mandek

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengisyaratkan kegiatan Sunday Market di kompleks Gelanggang Olahraga (Gelora) Manahan berhenti selamanya.

Isyarat tersebut kian menguat seiring belum ada rencana Pemkot Solo menghidupkan kembali kegiatan Sunday Market setelah renovasi Stadion Manahan rampung. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo pun menyatakan belum memikirkan nasib ribuan PKL Sunday Market seusai Stadion Manahan direnovasi. Yang jelas, kata dia, kompleks Stadion Manahan harus steril dari aktivitas PKL setiap Minggu pagi di kawasan tersebut.
“Kon bali [suruh pulang] ke kampungnya masing-masing. Kebanyakan juga bukan orang Solo,” kata Rudy, sapaan akrabnya, ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota, Rabu (9/5).
Saat ditanya apakah Pemkot menyiapkan lokasi alternatif bagi PKL Sunday Market untuk beroperasi, Rudy mengaku belum ada.

Keterbatasan lahan di Kota Bengawan dinilai tak mampu menampung jumlah PKL Sunday Market yang mencapai ribuan orang. Hal ini pula yang menjadi pertimbangan Pemkot belum memikirkan nasib para PKL tersebut. “Lahan sing isa nampung orang sak mono tidak ada lagi,” katanya.
Pun ketika ditanya apakah PKL Sunday Market akan beroperasi kembali setelah Stadion Manahan rampung direnovasi, Rudy juga belum bisa memastikannya. Ke depan, Rudy mengatakan kawasan Gelora Manahan akan dikelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Pemkot kini tengah terfokus pada pelaksanaan renovasi Stadion Manahan yang mulai memasuki tahapan lelang di pemerintah pusat.
Sesuai rencana, renovasi Stadion Manahan mulai dikerjakan pada Juni ini. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran Rp200 miliar tersebut diperkirakan rampung dikerjakan pada akhir 2019 nanti. Stadion berkapasitas 20.000 orang itu akan disulap seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno mini sesuai standar federasi sepak bola dunia, FIFA.
Selama pengerjaan berlangsung, Persis Solo juga harus pindah kandang dari Manahan. Demikian juga sejumlah kantor yang berada di kawasan tersebut juga akan dipindah. “Yang mungkin bertahan tempat Pelatnas NPC cabang tenis meja,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo, Joni Hari Sumantri, mengatakan sejak Desember lalu, Pemkot Solo telah menyosialisasikan rencana renovasi Stadion Manahan ke PKL Sunday Market. Pemkot meminta pedagang untuk mencari lokasi pengganti sendiri. Sebab Pemkot tidak menyiapkan lahan pengganti bagi mereka. “Demi keamanan dan kenyamanan selama proyek berjalan, di sana harus steril dari berbagai aktivitas apa pun,” katanya.
Pemkot kini tengah menyiapkan sosialisasi proyek revitalisasi Stadion Manahan. Dalam waktu dekat, tahapan sosialisasi akan dilakukan. Prinsipnya pada waktu pelaksanaan revitalisasi, Manahan harus steril. Sosialisasi itu juga dimaksudkan guna memperjelas zona-zona steril pendukung proyek revitalisasi.
Berdasarkan rapat koordinasi yang diikuti Pemkot serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di Jakarta pekan lalu, terungkap bahwa sasaran utama revitalisasi adalah bagian dalam stadion dan sisi luar dengan radius 15 meter. Revitalisasi itu dimulai maksimal pertengahan bulan depan. Proyek itu ditarget rampung Oktober 2019.
”Jadi lahan parkir, lapangan tenis, maupun velodrom masih bisa digunakan. Tapi akses pengunjung ke stadion jelas ditutup. Nanti akan kami bagi zonasi, mana saja area yang harus steril,” papar Joni. (JIBI)

 

INDAH SEPTIYANING W.
redaksi@koransolo.co