JIKA PDIP KALAH DI PILGUB JATENG 2018 Mega Ancam ”Sembelih” Kader

SOLO—Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mewanti-wanti seluruh kadernya untuk memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Dia menyiapkan hukuman ini bagi pimpinan PDIP yang daerahnya mengalami kekalahan. Hal tersebut dia sampaikan saat memberi santiaji atau arahan kepada ribuan kader PDIP Jawa Tengah dalam apel siaga di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5) sore.
Pada Apel Siaga bertajuk “Tetep! Setia Megawati Setia NKRI” tersebut, awalnya Mega mengancam pimpinan PDIP di daerah akan “disembelih” jika gagal memenangkan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen dalam kontestasi 27 Juni mendatang.
“Saudara-saudara ini tahu, yang namanya Jateng, saya telah merekomendasikan saudara Ganjar Pranowo untuk menjadikan kedua kali sebagai Gubernur Jateng. Dan wakilnya kali ini saya memilih seorang anak muda. Kalau merah itu kan membara. Kalau ijo kan klunak klunuk, namanya Taj Yasin. Beliau ini putranya mbah Maimoen Zubair. Saya minta ke Mbah, putranya tak minta. Tapi untuk jadi merah,” tutur Megawati.
”Awas kalau tidak menang, pimpinan tak sembelih kabeh [saya sembelih semua]. Ranting-ranting harus semuanya siap. Itu baru PDIP,” kata Mega disambut sorak-sorai massa kader PDIP.
Beberapa saat kemudian, dia kembali mengingatkan kadernya untuk bersiaga saat pencoblosan nanti.

Kader harus memantau tempat pemungutan suara (TPS) hingga penghitungan suara berakhir. Tujuannya tentu untuk memberikan hak pilihnya dengan mencoblos pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1, Ganjar-Yasin.
“Tanggal 27 semua jangan tidur. Jaga TPS ya. Sampai penghitungan akhir ya. Kalau Pak Ganjar dan Pak Taj Yasin gak menang, mau diapakan ya? Ini apel siaga lo. Gak boleh goreh. Siapa tempatnya kalah, tak pecat pimpinannya ya?” ujar Mewagati disambut riuh ribuan kader PDIP yang memenuhi lapangan dan tribune penonton di Stadion Manahan.
Megawati meminta para kader PDIP tidak menggunakan kekerasaan dalam menyelesaikan perselisian pendapat atau pilihan. Para Kader PDIP diarahkan untuk siap bertarung secara demokratis.
Sejumlah tokoh nasional PDIP hadir dalam apel siaga tersebut. Selain Megawati, turut hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, anggota DPR Maruarar Sirait dan Aria Bima, hingga Heru Sudjatmoko yang kini menjabat sebagai Plt. Gubernur Jateng. Hadir pula Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen yang merupakan cagub-cawagub Jateng yang diusung PDIP. Mereka menempatkan diri di panggung kehormatan apel siaga PDIP Jateng.
Puan Maharani hadir dalam apel siaga dengan menjadi inspektur upacara. Dalam amanatnya, Puan mengingatkan kepada para kader PDIP di Jateng untuk bersiap menghadapi agenda politik yang sebentar lagi akan datang, yakni Pilkada Serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres 2019. Dia menegaskan Pilkada Serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019 merupakan upaya untuk memperoleh kekuasaan secara konstitusional. Puan menyampaikan kekuasaan secara konstitusional tersebut perlu diraih atau dibutuhkan agar kader partai dapat mengelola tata masyarakat sesuai dengan tujuan ideologis PDI, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam negara yang berdaulat dalam politik, berdikai dalam ekonomi, dan berkrepribadian dalam kebudayaan berlandaskan Pancasila.
“Butuh perjuangan untuk menjadikan cita-cita itu sebagai kenyataan di bumi Indonesia, sama seperti ketika Bung Karno mengatakan bahwa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah kenyataan maka dibutuhan perjuangan sebagai syarat, dan perjuangan itu harus dilakukan oleh manusianya, oleh kita orang Indoensia,” kata Puan.
Kegiatan Sudirman Said
Puan menyatakan ada tantangan-tanganan baru dalam berpolitik di era sekarang. Dia membeberakan tantangan-tantangan tersebut, antara lain politik tanpa etika, cara berpolitik yang menghalalkan segala cara dan bahkan mempertaruhkan perastauan Indonesia, isu hoaks, politisasi agama, hingga berpolitik dengan menebar kebebencian melalui media sosial. Puan meminta kepada para kader PDIP harus siap meghadapi dan jawab tantangang-tantangan di depan mata tersebut.
Sementara itu, cagub penantang Ganjar, Sudirman Said bertemu dengan serikat paguyuban petani di Salatiga. Salah satu diskusi yang dibahas adalah soal kedaulatan pangan dan keberpihakan kepada petani. Selain itu, mendorong terciptanya pertanian organik.
”Kunci utama kedaulatan pangan di Jateng adalah pemerintahan yang bersih memiliki kepedulian dan keberpihakan kepada petani sehingga ujung dari urusan ini adalah terwujudnya ketahanan pangan di Jateng,” kata Sudirman Said dalam diskusi bertajuk Kedaulatan Pangan dan Kedaulatan Petani, Apakah Bisa Segera Diwujudkan di Kantor Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Kalibening, Tingkir, Salatiga.
Mantan Menteri ESDM itu menilai petani sebagai salah satu subyek kedaulatan pangan. Untuk itu, harus mendorong petani mengorganisasi tanpa keterpaksaan utamanya dari penguasa. Menurut Sudirman, hal penting lain yang bisa dilakukan dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan adalah mengadopsi program-program sarjana membangun desa.
”Beberapa waktu lalu, kami bersama Mas Anies Baswedan membuat program di bidang pendidikan yakni Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Kemudian berlanjut juga ada program serupa di bidang kesehatan yakni Pencerah Nusantara,” tutur dia.
Nantinya selain mendorong terciptanya kedaulatan pangan di Jawa Tengah, Sudirman juga ingin mewujudkan pertanian organik. (JIBI/Detik)

 

IRAWAN SAPTO ADHI
redaksi@koransolo.co