Banjir & Tanah Longsor Masih Mengintai

SUKOHARJO—Ketua Panitia Penyelenggara Pertemuan Forum Perguruan Tinggi se-Jateng, Kuswadji, mengatakan bencana banjir dan tanah longsor sebagai bencana yang paling dominan di kawasan Soloraya.
Masyarakat diminta sadar terhadap kelestarian lingkungan.“Jadi untuk kawasan Soloraya bencana yang rawan terjadi adalah banjir, longsor, dan erupsi gunung berapi. Yang banyak risiko dalam konteks bencana adalah banjir dan longsor. Karena periode ulangnya kan setiap tahun. Sedangkan kalau erupsi kan lima tahunan,” kata dia ketika ditemui wartawan di Gedung Siti Walidah kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sabtu (12/5).
Menurut dia, Soloraya merupakan salah satu kawasan rawan bencana di Jateng. Kota Solo dan Sukoharjo dinilai rawan banjir; Sragen rawan banjir dan longsor; Wonogiri rawan banjir, longsor dan gempa; Karanganyar longsor, Boyolali longsor dan letusan gunung berapi, Klaten banjir, gunung berapi, dan sebagainya,
Guna meminimalisasi dampak buruk bencana, jelas Kuswadji, UMS pada Agustus memberlakukan kuliah kerja nyata (KKN) tematik khusus kebencanaan. Para mahasiswa ini nanti mendata, membuat peta kebencanaan, peta ancaman, kerentanan, peta kapasitas masyarakat, dan sebagainya. Mereka nanti mengimplementasikan KKN di lokasi yang terpapar bencana.
Dia menjelaskan KKN tematik semacam ini relatif baru, sebab perguruan tinggi negeri dinilai belum banyak yang menerapkan. Namun, di kalangan Muhammadiyah hal ini telah dirapatkan di Universitas Ahmad Dahlan, Jogjakarta beberapa waktu lalu.
Diharapkan di lokasi KKN, mahasiswa bisa membuat peta detail bencana di desa-desa yang terancam bencana, baik banjir, tanah longsor, erupsi, maupun gempa bumi.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sarwiji, mengungkapkan daerah rawan tanah longsor terletak di wilayah perbukitan dan pegunungan di wilayah Kecamatan Weru dan Bulu.
Sementara daerah rawan banjir terletak di sekitar Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Grogol, Mojolaban, dan Sukoharjo Kota. “Ancaman angin lisus dapat dipetakan berdasarkan perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng,” ujar dia, beberapa waktu lalu. (Iskandar/Bony Eko Wicaksono)