FKPPI Solo: Kami Tidak Takut Teroris

SOLO—Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan putra Putri TNI-Polri (FKPPI) 1135 Kota Solo mengecam aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran redaksi Koran Solo di Griya Solopos, Selasa (15/5) sore.
Terhadap kasus rusuh di Mako Brimob maupun meledaknya bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, FKPPI 1135 Kota Solo menyampaikan sikap tegas. Mereka mengutuk tindakan keji dan biadab yang dilakukan teroris. FKPPI juga mengajak anggota untuk mengamankan wilayah masing-masing.
”Kami ingin meningkatkan kewaspadaan di wilayah anggota tinggal, bekerja sama ketua RT, ketua RW, Babinsa, Babinkamtibnas, dan lurah. Dengan cara ikut dalam kegiatan masyarakat, seperti siskamling, kerja bakti, dan lain-lain. Anggota FKPPI 1135 Kota Solo menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” kata Ketua FKPPI 135 Kota Solo, Hasta Gunawan, saat berbincang dengan Solopos.com.
Hasta Gunawan berharap kondisi Kota Solo, Jawa Tengah, tetap aman meski situasi di Indonesia masih ruwet akibat berbagai tragedi mencekam dalam sepekan terakhir. ”Harapannya Kota Solo tetap kondusif, menjadi kota yang paling nyaman se-Indonesia. Dan Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, dan bersatu. Mudah-mudahan teroris diberikan kesadaran karena yang dilakukan melukai orang lain,” sambung dia.
Sementara itu, pernyataan sikap dari FKPPI 1135 Kota Solo ini disampaikan oleh Bendahara FKPPI Solo Purwono di depan puluhan anggota dalam pertemuan bersama Redaktur Pelaksana Solopos Abu Nadhif. FKPPI 1135 Kota Solo menyatakan tidak takut dengan tindakan pengecut teroris, mendesak pemerintah dan aparat keamanan bertindak cepat dan tegas, mengajak elemen bangsa melawan radikalisme, dan mendesak DPR segera mengesahkan revisi UU Antiteroris. (Chellyne Indra/JIBI)