PENCURI SPESIALIS MIK MASJID Mencoba Kabur, Dihadiahi Timah Panas

PENCURI: Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto(kiri) menunjukkan tersangka spesialis mik masjid, Agus Effendi, 35, warga Dukuh Bendungan, Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten (tengah) kepada wartawan di Mapolsek Sukoharjo sebelum dititipkan di tahanan Polres Sukoharjo, Selasa (15/5).

SUKOHARJO—Anggota Resmob Polsek Sukoharjo menangkap tersangka spesialis mik masjid, Agus Efendi, 35, setelah melakukan penyelidikan selama 21 hari sejak peristiwa pencurian yang dilaporkan 11 April 2018.
Warga Dukuh Bendungan, Desa Gunting, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten itu mengambil mik masjid di sejumlah tempat di Soloraya dan Jawa Timur. Dia diancam Pasal 362 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara selama empat tahun.
Tersangka sempat mendapat hadiah timah panas karena mencoba melarikan diri saat diborgol dan ditangkap di Terminal Tirtonadi, Solo pada 8 Mei lalu.
Pernyataan itu disampaikan Kapolsek Sukoharjo, AKP Parwanto mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi di Mapolsek Sukoharjo, Selasa (15/5). “Tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama yakni mencuri mik. Terpaksa polisi menembak kaki bagian kanan tersangka karena mencoba melarikan diri. Saat diborgol dan akan dibawa ke polsek [Sukoharjo] dari Terminal Tirtonadi, tersangka mencoba lari,” ujarnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Boyolali ini menjelaskan tiga kali tersangka mendekam di penjara Klaten, Karanganyar dan Sragen. “Penangkapan tersangka hasil kerja keras anggota resmob. Saat mendengar tersangka ingin ke Solo, anggota nyanggong dan menangkapnya. Hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengambil puluhan mik di berbagai masjid seperti di Ngawi, Bojonegoro, Sukoharjo. Kami akan berkoordinasi dengan polsek dan polres tetangga untuk pengembangan penyidikan. Selain mik, tersangka juga mengaku mencuri amplifier masjid.”
Lebih lanjut Kapolsek bercerita, penangkapan tersangka berawal dari laporan takmir Masjid At-Taqwa, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo pada 17 April. “Aksi tersangka diketahui melalui rekaman kamera circuit closed television [CCTV]. Takmir masjid curiga saat membersihkan ruangan ternyata mik sudah tidak ada. Awalnya, takmir mengira tersangka akan Salat Duha karena naik ke lantai II masjid tetapi ternyata mik di lantai satu hilang. Dari rekaman CCTV, terungkap tersangka mengendarai sepeda motor berpelat nomor AD 2649 DEC,” ujarnya.
Data awal itu, ujarnya, dijadikan dasar untuk melakukan penyelidikan dan diketahui tersangka merupakan warga luar Sukoharjo. “Awal Mei berhasil kami tangkap. Barang bukti yang diamankan, sejumlah 13 mik terbagi atas dua mik duduk dan 11 mik tangan serta dua gulung kabel.”
Tersangka Agus meminta maaf atas ulah yang dilakukan. “Kami mohon maaf kepada warga karena perbuatan saya telah meresahkan. Sasaran mik di masjid karena lebih mudah dan jarang ada penjaga masjid. Mik hasil mencuri ini saya jual dengan sistem online.”
Dia mengaku mik hasil curian dijual senilai Rp50.000 per buah. Menurutnya, pembeli berasal dari berbagai daerah seperti warga Boyolali, Wonogiri, Pracimantoro maupun Sukoharjo. Aksinya ini dia lakukan sejak 2012 dan sempat berhenti setelah dipenjara sebanyak tiga kali. Selama tiga kali menjalani hukuman, vonis yang diberikan hakim berbeda-beda mulai dari tiga bulan hingga terakhir enam bulan penjara lebih. “Saya sempat berhenti dan kerja serabutan. Hasil penjualan mik untuk makan keseharian,” ujarnya. (Trianto Hery Suryono)