PERSIS SOLO Dedi Harus Menepi

SOLO—Kemenangan Persis Solo atas Perserang Serang, Selasa (15/5) harus dibayar mahal.

Winger lincah, Dedi Cahyono Putro, harus ditandu keluar lapangan pada menit ke-41 akibat cedera pada lutut setelah berbenturan dengan pemain Perserang Serang.
Insiden itu bermula ketika pemain bernomor punggung 18 melakukan akselerasi di sisi sayap kanan pada 10 menit menjelang berakhirnya babak pertama. Dengan kecepatannya, Dedi mampu melewati adangan dua pemain Perserang. Dia mampu membawa bola dari tengah hingga ke bagian kiri pertahanan lawan. Sayang, Dedi sedikit terlambat untuk melepaskan umpan crossing. Aksinya mampu dihentikan melalui tekel pemain belakang Perserang. Wasit tidak menganggap tekel itu sebagai pelanggaran. Namun, Dedi tersungkur sambil merintih kesakitan.
Dedi sempat mendapat perawatan tim medis di pinggir lapangan. Jafri Sastra mulai meminta Arif Yanggi untuk melakukan pemanasan bila Dedi tak bisa melajutkan permainan. Namun, Dedi memutuskan untuk tetap bermain. Dengan sedikit terpincang-pincang, Dedi memaksakan diri tetap bermain. Dia akhirnya menyerah, tepatnya setelah Ikhwan Ciptady menciptakan gol melalui tandukan pada menit ke-41. Dedi harus ditandu keluar lapangan oleh tim medis. Posisinya digantikan Arif Yanggi.
Dedi selalu menjadi pilihan utama di sektor sayap kanan Persis Solo. Posisinya di skuat utama belum tergantikan oleh pemain lain. Sejauh ini, Dedi sudah mengemas dua gol dan dua assist untuk Persis Solo.
“Saya sudah bertemu Dedi seusai pertandingan. Dia mengalami cedera pada lutut kanan karena terkena spul sepatu pemain lawan. Ada pembengkakan pada lututnya. Tadi, sudah ditanggulangi tim fisioterapi. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan lututnya. Beruntung setelah ini libur Ramadan. Jadi, dia punya waktu cukup untuk masa penyembuhan,” ucap Pelatih Persis Solo Jafri Sastra dalam jumpa pers seusai laga. (JIBI)

 

Moh. Khodiq Duhri
redaksi@koransolo.co