RAZIA PENYAKIT MASYARAKAT Ajak ke Kamar karena Ingin Kenal Lebih Dekat

Ada-ada saja alasan yang dikemukakan orang ketika terjaring razia penyakit masyarakat. Seperti yang terjadi di Kulonprogo, DIY. Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan kepolisian setempat, Selasa (15/5), menjaring delapan pasangan tidak resmi di sebuah penginapan di sekitar Pantai Glagah.
Salah satu warga yang terjaring, AH, warga Nanggulan, mengaku tidak berzina dengan pasangannya. Bahkan saat ditanyai petugas, ia juga mengaku tidak terlalu kenal dengan pasangannya. Dia berdalih hanya ingin mengenal lebih dekat kenalan barunya itu di kamar penginapan. ”Cuma daripada di pinggir jalan. Tapi kami tidak berbuat apa-apa, tidak berzina,” ungkapnya.
Terlepas dari benar tidaknya pengakuan itu, AH bersama pasangan tak resminya itu tetap digelandang ke kantor Satpol PP, bersama warga lain yang juga terjaring razia. Delapan pasangan tak sah itu bakal disidang di Pengadilan Negeri Wates, keesokan harinya. Mereka dijerat dengan Pasal 26 Ayat (2) Peraturan Daerah (Perda) Kulonprogo Nomor 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Seluruhnya terancam mendekam kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp5 juta. Pasangan-pasangan tak resmi tersebut juga diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya.
”Dikurung, sampai besok [Rabu] disidangkan lagi di PN Wates,” kata Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran, Selasa sore.
Dari delapan pasangan tak resmi itu, salah satu di antaranya merupakan PNS aktif yang berdinas di Purworejo. ”Iya benar ada salah satu orang [PNS] perempuan berinisial Smy,” kata dia.
Menurut dia, Smy merupakan warga Banyuurip, Purworejo kelahiran tahun 1963. Adapun pasangan tidak resminya ialah Lsn, 58 tahun, pegawai swasta Jalan Diponegoro Purworejo. ”Sesuai di KTP Warga Banyuurip, kelahiran 1963 sedangkan pasangan berinisial Lsn,” katanya. (JIBI)

 

Beny Prasetya