Revara Bangun dari Tidur Panjang

Revara, band asal Jakarta yang sempat hiatus sejak 2014 lalu, kini telah bangun dari tidur panjangnya.
Revara siap meramaikan kembali belantika musik Tanah Air. Hal itu ditandai dengan dirilisnya sebuah album boxset Revara bertajuk Revivre.
Rudye (gitar, vokal), dan Vira (vokal utama), menceritakan tentang album terbarunya yang diambil dari bahasa Perancis yang memiliki arti ”menghidupkan kembali” itu. Pemilihan judul dalam album terbaru itu dirasa pas dalam merepresentasikan kembalinya Revara.
”Namanya Revivre, karena itu kan kami meeting ’duh enaknya apa ya judul albumnya’? Maksudnya kami ingin memperkenalkan kami dulu sempat enggak ada terus sekarang ada lagi. Cari lah tuh sama tim kita, ada nih Revivre, apa tuh artinya? Bahasa Prancis artinya menghidupkan kembali’,” kata sang vokalis, Vira, dalam acara Revivre Night With Revara, di Gudang Selatan, Bandung, seperti dikutip dari liputan6.com, Selasa (15/5).
”Senada juga [pelafalannya] sama nama Revara, ya sudahlah,” timpal personel Revara lainnya, Rudye.
Sekembalinya Revara di album terbarunya ini, mereka membawa beberapa perubahan. Di album ini Revara terdengar lebih soft ketimbang album sebelumnya yang bernuansa rock.
Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih lebih banyak lagu-lagu berirama santai ketimbang sebelumnya. Salah satunya adalah ketiadaan sang drummer (alm. Radityan) yang meninggal dunia beberapa tahun silam.
”Jauh [berbeda], karena album pertama kami lebih ngeband, agak sedikit ngerock. Sekarang kami [album baru] lebih nyantai, karena menimbang suaranya Vira lebih masuk ke lagu-lagu yang sedikit lebih pelan,” kata Rudye.
”[Dulu] Sempat ngobrol juga sama almarhum [Radityan] kayaknya kami bikin lagu yang begini saja, ditambah lagi dia ngasih gue referensi yang [musiknya] agak lebih gloomy, kayaknya suara Vira juga lebih masuk, sendu-sendu gitu,” katanya.
Boxset album Revara ini terdiri atas sebuah flashdisk yang berisikan delapan lagu baru Revara, CD Revara album terdahulu, stik drum, serta sebuah kaus. Hal itu dimaksudkan Revara agar ”rasa” sang drummer masih ada dan tak pernah hilang. (JIBI)