Tenang Jalani Libur Panjang

SOLO—Lewat pertandingan yang ketat dan menguras emosi, Persis Solo menyudahi perlawanan Perserang Serang dengan
skor 2-1 pada matchday kelima Wilayah Barat Liga 2 Indonesia
di Stadion Manahan,
Solo, Selasa (15/5).

Gol pertama Persis dicetak Ikhwan Ciptady pada menit ke-41. Dia mampu memanfaatkan posturnya yang tinggi untuk menanduk bola ke tiang jauh, hasil sepak pojok dari Eli Nasoka. Gol kedua lahir melalui titik putih yang dieksekusi Eli Nasoka pada menit ke-47. Hadiah penalti diberikan kepada Persis karena Eli Nasoka dijatuhkan di kotak penalti. Sementara gol dari tim tamu cicetak Supriyono pada menit ke-70.
Kemenangan itu membuat Persis terdongkrak ke posisi runner up di papan klasemen sementara Wilayah Barat dengan nilai 9.

Semen Padang FC makin kukuh di puncak klasemen dengan 12 poin seusai mengalahkan tuan rumah Persibat Batang 2-1 di Stadion M. Sarengat Batang, pada waktu yang bersamaan.
Hasil itu membuat Persis berada di posisi yang relatif aman jelang jeda libur panjang. Persis baru akan bertanding menghadapi Cilegon United pada matchday keenam di Stadion Manahan pada 4 Juli mendatang.
Dalam laga kemarin, Perserang merasa dirugikan dengan keputusan wasit Hidayat dari Jawa Timur. Selain protes terhadap penalti yang diberikan Persis, Perserang juga merasa berhak menerima hadiah penalti setelah pemain depan mereka dijatuhkan di kotak terlarang di pertengahan babak kedua.
Oktovianus Maniani menjadi pemain yang paling gencar melayangkan protes terhadap wasit. Karena ulahnya itu, mantan winger Timnas Indonesia itu diganjar kartu kuning. Protes keras yang dilancarkan Okto membuat para suporter Persis bereaksi. Mereka selalu menyoraki dan meneriaki Okto setiap kali membawa bola.
Protes keras juga dilayangkan ofisial Perserang saat water break. Seseorang dari ofisial Perserang memancing keributan dengan memprotes keras komisi pertandingan. Hal itu menyulut emosi ofisial tuan rumah dan para suporter. Para pemain Persis sampai turun tangan untuk menenangkan situasi. Beruntung keributan itu tidak berlangsung lama sehingga pertandingan bisa dilanjutkan.
“Saya terus terang kecewa dengan penalti yang diberikan kepada tuan rumah. Itu seharusnya bukan pelanggaran yang berbuah penalti. Penalti itu tidak beralasan. Justru kami yang seharusnya dapat penalti. Tapi itu tidak diberikan wasit. Saya tidak mau menyalahkan wasit. Saya hanya mencoba mengevaluasi jalannya pertandingan,” kata Pelatih Perserang, Zaenal Abidin, dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Perserang sebetulnya mampu mengimbangi permainan Persis. Tim berjuluk Singa Ndaru itu kerap merepotkan lini pertahanan Persis dalam situasi serangan balik. Gol semata wayang dari Perserang terjadi karena kelengahan pemain belakang Persis dalam mengawal Supriyono.
“Kami sudah bermain bagus. Kami bisa tampil menyerang. Tapi, main bagus tidak selalu berakhir dengan kemenangan. Hasil ini membuat posisi kami makin sulit,” ujar Zaenal.
Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, sebetulnya juga tidak bermain maksimal di laga itu. M. Wahyu dkk. kerap melakukan kesalahan fundamental seperti salah umpan atau pelanggaran yang tidak perlu dilakukan. Sejumlah peluang terbuang percuma karena buruknya penyelesaian akhir.
Pelatih Persis, Jafri Sastra, mengakui laga melawan Perserang bukan pertandingan yang mudah. Dia menilai itu adalah pertandingan sangat berat karena anak asuhnya tidak punya waktu yang cukup untuk beristirahat sepulang dari lawatan ke Aceh.
“Dalam pertemuan dengan tim pelatih tadi [kemarin] pagi, tidak ada yang menjamin bahwa anak-anak bisa tampil maksimal. Tapi kami bersyukur para pemain bisa melewati fase berat dengan kondisi fisik yang melelahkan. Semangat mereka selama 90 menit berbuah kemenangan,” ucap Jafri Sastra. (JIBI)

 

MOH. KHODIQ DUHRI
redaksi@koransolo.co