PMK Undang Siswa Tulis Puisi

Komunitas Puisi Menolak Korupsi (PMK) hendak menerbitkan antologi PMK jilid ke-7 dengan tema Negeri Anti Korupsi. Penerbitan antologi ini khusus untuk para pelajar SMP/SMA dan yang sederajat di seluruh Indonesia.
Latar belakang inisiatif ini adalah Indonesia diberi anugerah oleh Tuhan dengan beragam kekayaan yang tak terhitung jumlahnya serta tak ternilai harganya.
Kekayaan berikut segala potensinya itu ada yang berupa material dan alam benda, ada pula yang berwujud makhluk hidup (tumbuhan, hewan serta manusia) berikut lingkungan dan tata pergaulannya.
Beragam kekayaan itu ada yang tersebar dan terhampar di muka bumi, ada pula yang terpendam di dalam tanah dan samudera. Ada yang berupa aneka bahan tambang dan mineral, beragam flora dan fauna berikut lingkungan alamnya serta keanekaragaman adat istiadat dan kebudayaan.
”Itulah kenapa banyak orang asing yang tergiur, datang demi mencari dan melakukan transaksi atas kekayaan asli kita yang tak mereka miliki. Sejarah pun mencatat bahwa pada akhirnya hasrat yang berlebihan atas potensi kekayaan itu, membuat pihak asing saling berebut dalam melakukan pemaksaan, penguasaan, bahkan penjajahan atas bumi kita,” kata salah seorang pemrakarsa sekaligus koordinator PMK, Sosiawan Leak, melalui fasilitas perpesanan Whatsapp yang diterima Koran Solo, Rabu (30/5).
Penyair senior yang tinggal di Kota Solo ini mengatakan kini setelah 73 tahun Indonesia merdeka, melewati berbagai zaman dan pemerintahan, kondisi Indonesia belum beranjak jauh dari kesengsaraan buyut dan kakek-nenek generasi bangsa ini, kala mereka berharap agar kemerdekaan mampu menjadi jembatan emas menuju kehidupan yang makmur dan sentosa.
Dari waktu ke waktu, zaman ke zaman, pemerintahan ke pemerintahan, selalu lahir para koruptor menggantikan para penjajah, mengisap kekayaan negara demi keuntungan pribadi. Mereka menjadi penjajah baru.
Penerbitan antologi PMK ke-7 bertema Negeri Tanpa Korupsi bersifat independen, nirlaba, serta berdasar kemandirian individu yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Penulisan puisi ini sebagai wahana ekspresi atas harapan dan cita-cita membangun Indonesia yang bersih dari korupsi. Inisiatif ini menerima puisi karya para pelajar setingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) serta yang sederajat dari seluruh Indonesia.
Puisi harus karya sendiri (asli), bukan jiplakan atau mencontek karya orang lain (plagiat), bertema Negeri Tanpa Korupsi dengan merujuk uraian gagasan yang dikemukakan Sosiawan atau merupakan tafsir dari hal tersebut.
Seluruh proses, mulai dari pengumpulan naskah, seleksi, administrasi, dan tahapan penerbitan akan diinformasikan secara transparan lewat Grup Facebook Puisi Menolak Korupsi dan akun Facebook Sosiawan Leak.
Para pelajar dipersilakan mengirim maksimal lima puisi disertai biodata (maksimal 10 baris), nama terang, alamat lengkap, foto wajah, alamat e-mail, akun Facebook, dan nomor HP/WA. ”Pada periode pertama ada 528 siswa SMP/SMA dan sederajat yang mengirim naskah puisi anti korupsi,” kata Sosiawan.
Naskah bisa dikirim ke e-mail sosiawan.leak@yahoo.com atau ke alamat e-mail koordinator wilayah Komunitas PMK. Pengumpulan puisi periode kedua mulai 30 Mei hingga 30 Juni 2018. Pengumuman hasil seleksi tanggal 30 Juli 2018. (Ichwan Prasetyo)