Slank Ngangsu Kawruh dari Sultan Jogja

JOGJA—Empat personel grup band Slank berbuka puasa bersama Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Yogyakarta, Kamis (31/5) lalu. Pertemuan itu jadi wahana Slank ngangsu kawruh dari Sultan.
Pertemuan antara Sultan dengan Bimbim, Kaka, Ridho, dan Ivanka berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB itu, tidak diperkenankan diliput oleh pers.
”Tadi dapat ilmu banyak, beliau seneng ngobrol ya,” kata Bimbim bersama tiga personel Slank lainnya saat ditemui wartawan seusai bertemu Sultan. Menurut Bimbim, pertemuan dengan Sultan tidak sekadar buka puasa bersama.
Mereka juga mendapatkan banyak wawasan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mengenai banyak hal, khususnya terkait persoalan kebangsaan. ”Ngomongin bangsa, negara, Indonesia. Ngomongin masa depan,” kata lelaki yang bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini.
Suasana obrolan bersama Sultan, menurut Bimbim, berlangsung santai dan mengalir. Seusai berbuka puasa mereka dipersilakan Salat Magrib di masjid pribadi keluarga Keraton Jogja. Ada satu pesan dari Sultan yang menurut Bimbim paling penting diingat. Sultan berpesan kepada Slank agar tidak terburu-buru bereaksi dalam menyikapi berbagai hal.
”Tadi dapat satu [pesan], jangan semua [hal] dijawab, kadang kala kita harus diam karena kalau diladeni semua malah enggak menyelesaikan masalah. Itu salah satu yang nyangkut,” kata dia. Menurut Kaka, dalam pertemuan selama tiga jam itu Sultan juga berbagi kiat memimpin rakyat kepada mereka.
”Beliau masih menjunjung tinggi tradisi, ketika harus turun ke bawah bicara dengan maqam [tingkatan] yang tepat. Kalau beliau ngomong sama orang yang levelnya di bawah, beliau bicara memakai bahasa yang sesuai,” kata Kaka yang mengenakan peci hitam.
Kunjungan personel salah satu grup band rock terbesar di Indonesia di kediaman pribadi Sultan itu juga dalam rangka meminta restu Sultan sebelum mereka tampil dalam Konser Indonesia Damai #Pancasila Rumah Kita di Lapangan Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (1/6). (JIBI/Solopos/Antara)