malam selikuran Mbak Moeng Sudah, PB XIII Malam Ini

MALAM SELIKURAN: Abdi dalem membawa nasi tumpeng saat kirab Malam Selikuran di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,  Senin (4/6).

Indah Septiyaning W.

SOLO—Menyambut malam lailatul qadar, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar kirab malam selikuran atau malam ke-21 Ramadan, Senin (4/6) malam. Kirab malam selikuran tersebut digelar kubu G.K.R. Wandansari (Mbak Moeng) sehari lebih awal daripada malam selikuran versi Paku Buwono (PB) XIII yang dijadwalkan diadakan Selasa (5/6) malam.

Malam selikuran keraton identik dengan kirab nasi tumpeng lengkap prajurit membawa ting atau lentera aneka warna. Lailatul qadar berlangsung pada sepertiga terakhir Ramadan, suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, acara malam selikuran diawali dengan kirab prajurit, abdi dalem, serta para sentana dalem (keluarga keraton) dengan berjalan dari Sithinggil menuju Masjid Agung Solo dengan melewati kawasan Baluwarti.
Tiba di Masjid Agung, tumpeng kemudian didoakan yang dipimpin K.R.T. Muhtarom Pudjodipuro sebelum dibagikan kepada masyarakat. Doa bersama dipanjatkan untuk memohon berkah dan ampunan Allah S.W.T.
”Kirab ini sebagai simbol untuk menyambut datangnya malam seribu bulan. Sebagai generasi Kerajaan Mataram Islam, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun,” ujar K.P.A. Winarno Kusumo dari Lembaga Adat Keraton Kasunanan Surakarta ketika dijumpai wartawan.
Winarno menjelaskan makna kirab malam selikuran adalah sebagai syiar agama Islam. Dalam kirab itu peserta membawa lampu ting, simbol malam seribu bulan. ”Lampu ting merupakan simbol penerangan yang artinya turunnya Alquran dapat menjadi penerang kehidupan bagi seluruh alam,” jelasnya.
Kerabat Keraton K.P. Eddy Wirabumi mengatakan kirab malam selikuran digelar Senin malam sesuai perhitungan Jawa. ”Dari perhitungan kami, malam ke-21 itu hari ini [Senin malam]. Kami hitung itu malam bulan purnama Bulan Puasa ada pada 29 Mei yang berarti 15 Ramadan. Jadi 21-nya ya besok [Selasa]. Artinya malam selikurannya malam ini [Senin malam],” katanya. (JIBI)