Begal di Bawah Umur Ditembak

KULONPROGO—Dua orang terduga pelaku aksi begal ditangkap Kepolisian Resor Kulonpogo, DIY, Jumat (8/6). Dua dari delapan pelaku itu ditangkap dengan cara ditembak.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menyatakan berdasarkan keterangan saksi, aksi begal tersebut dilakukan dua kelompok yang terdiri dari delapan orang yang mengendarai empat motor. Kelompok tersebut melakukan aksi pembegalan di dua tempat berbeda di wilayah Kulonprogo.
Aksi pertama terjadi di Jalan Jogja-Wates di Pedukuhan Gembongan, Sukoreno, Kecamatan Sentolo, terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan untuk aksi berikutnya dilakukan di Margosari, Pengasih, sekitar pukul 01.30 WIB. Di kedua tempat tersebut, kelompok itu menghentikan pengendara lain dan mencoba merampas kendaraan korban.
”Ada dua kejadian, terkait tindakan yang terorganisasi atau ada kelompok tertentu masih kita dalami, berikut juga motifnya,” katanya.
Turut dijelaskan Anggara, korban aksi pertama yang dilancarkan kelompok tersebut ialah Bagas Syarifudin, 19, warga Sendangsari, Kecamatan Pengasih, yang memboncengkan Nadia Kusumaning Pramudja, 18, warga Pedukuhan Manggungan, Bendungan, Kecamatan Wates. Sedangkan korban aksi yang kedua yakni Muhammad Imam Fauzi, 21, warga Pedukuhan Kembang, Margosari, Kecamatan Pengasih.
Tembakan Peringatan
Berbekal laporan saksi-saksi, pihak kepolisian terus melakukan operasi di malam hari dan menemukan keberadaan para terduga begal di seputaran jalan menuju Pantai Srandakan. Setelah sempat kabur saat akan ditangkap, pelarian begal itu berakhir ketika polisi melepaskan timah panas pada salah satu sepeda motor yang dikendarai JD, 16, warga Mbayen, Kalasan, Sleman, DIY. Sedangkan pelaku lain berinisial MB, 16, warga Widomartani, Ngemplak, Sleman, juga berhasil diringkus petugas.
”Tembakan yang dilakukan petugas merupakan penindakan terarah dan terukur. Sebelumnya petugas telah memberikan tembakan peringatan sebanyak lima kali namun tak digubris. Akhirnya setelah tiba di wilayah Srandakan, Bantul, dua orang pelaku berhasil diringkus. Sedangkan enam orang lainnya masih dalam pencarian,” katanya.
Sebelum dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kulonpogo, pelaku JD harus mendapat penanganan di RS Bhayangkara di Sleman akibat timah panas masih bersarang di paha kirinya. Selain itu, polisi juga berhasil menyita barang bukti dari kedua pelaku berupa sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AB 6404 LQ, dua buah helm warna hitam, dua sabuk yang sempat dilemparkan pelaku untuk menghalangi petugas dan pakaian pelaku.
”Pelaku atas nama JD sudah dirawat di RSUD Wates. Kemudian karena terjadi pendarahan dan harus dilakukan tindakan operasi maka kami bawa ke RS Bhayangkara Polda DIY. Untuk kasus ini masih kami dalami,” kata dia. (JIBI)

Beny Prasetya
redaksi@koransolo.co