BELASAN KALI BERAKSI Maling Spesialis Rumah Kosong Dibekuk

SLEMAN—Musim mudik Lebaran menjadi momen yang dimanfaatkan maling untuk mencari sasaran rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Ada yang berhasil, sebagian ada juga yang gagal lantaran tertangkap polisi.
Seperti yang terjadi di wilayah Tempel, Sleman, DIY. Jajaran Polda DIY dan Polsek Tempel berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.
Panit Reskrim Polsek Tempel Ipda Farid M. Noor mengatakan dua pelaku komplotan maling itu adalah GA, warga Nusa Tenggara Barat, dan SA, warga Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Mereka ditangkap dengan barang bukti hasil pencurian yakni sebuah laptop.
“Kini keduanya telah ditahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pelaku GA ditahan di Polsek Tempel. Sedangkan SA ditahan di Polda DIY karena yang bersangkutan melakukan pencurian di wilayah Kasalan dan ditangkap oleh petugas Polda DIY,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/6).
Saat menjalankan aksinya, para pelaku mempunyai peran masing masing di mana SA bertugas sebagai sopir mobil, sedangkan GA yang mengawasi situasi sekitar. Sementara dua orang lainnya yang menjadi eksekutor, kata dia, masih dalam pengejaran petugas.
Menurut Farid, komplotan ini telah beraksi lebih dari 18 kali, dan telah berhasil menjual barang-barang curiannya.
Modus yang digunakan pelaku yakni dengan berkeliling mencari sasaran rumah kosong yang ditinggal pemiliknya. Hal itu terungkap setelah pelaku mencuri di Dusun Temanggung, Tambakrejo Tempel. “Saat itu pelaku masuk rumah dengan cara mencongkel pintu dan jendela dengan menggunakan linggis,” katanya.
Setelah terbuka, pelaku lantas masuk rumah dan mengambil barang berharga di dalamnya, kemudian membawa kabur. Namun nahas, belum sempat menjual barang curian, kedua pelaku berhasil ditangkap polisi.
Kedua pelaku ditangkap di rumah indekos di daerah Kopeng, Jawa Tengah, beserta barang bukti laptop serta tas berisi koin logam Rp15.000. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.
Sementara itu, Kapolsek Tempel Kompol Singgih Suhartoyo mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pada musim Lebaran.
“Musim mudik Lebaran banyak rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Warga harus berhati-hati, misalnya menitipkan rumah ke tetangga agar tidak jadi sasaran pencurian,” kata dia. (JIBI/Irwan A. Syambudi)