Melawan Kutukan Label Juara Bertahan

MOSKOW—Sejak Brasil era Pele menjuarai Piala Dunia back-to-back pada 1958 dan 1962, tidak ada satu pun negara yang mampu mempertahankan gelar juara di turnamen sepak bola sejagat tersebut.
Label juara bertahan memang seperti kutukan bagi siapa pun sejak Piala Dunia 1962. Tim-tim top yakni Brasil, Jerman, Argentina, Italia, Prancis, hingga Spanyol, tidak ada yang mampu menjuarai Piala Dunia secara back-to-back dalam kurun waktu lebih dari setengah abad silam. Bahkan tiga dari empat juara bertahan terbaru selalu terdepak dari fase grup. Seperti halnya Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, namun mereka tersingkir tragis dari fase grup pada turnamen serupa di Brasil empat tahun kemudian.
Nah, Jerman akan mencoba mematahkan kutukan juara bertahan tersebut pada Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Tim berjuluk Der Panzer yang menjadi juara Piala Dunia 2014 di Brasil empat tahun silam ini bertekad memutus rantai kesialan itu. Pelatih Jerman, Joachim Low, menyadari tantangan untuk mempertahankan gelar akan lebih sulit ketimbang saat meraihnya. Apakah target Jerman mempertahankan juara di Rusia sebagai mission impossible?
“Tim-tim lain telah memperbaiki diri sejak 2014. Prancis lebih baik, Spanyol lebih baik, Brasil dan Argentina juga. Ketika Anda menjadi juara dunia, juara konfederasi, dan ranking pertama FIFA selama tiga hingga empat tahun, maka Anda akan dijatuhkan. Setiap tim ingin menjatuhkan juara bertahan,” ujar Low kepada situs resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), seperti dilansir fourfourtwo.com, Selasa (12/6).
Analisis Low tidak salah. Kompetitor Jerman sudah bersolek memperbaiki penampilan buruk mereka di Piala Dunia 2014. Brasil misalnya. Tim berjuluk Selecao tersebut pernah diganyang Jerman 1-7 pada semifinal Piala Dunia empat tahun silam. Namun, siapa yang kini berani bertaruh Brasil akan kembali bernasib tragis seperti ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014?
Di bawah tangan dingin Tite, Brasil menjadi tim yang tak terkalahkan dalam 21 laga beruntun di semua kompetisi plus menjadi tim pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 dari kualifikasi. Tim yang diperkuat Marcelo dkk. Ini kembali menegakkan kepala setelah tragedi Mineirazo, ketika mereka menginjakkan kaki di Rusia.
”Anda harus percaya kepada kemampuan Anda dan berani bermimpi. Anda bisa bicara, Anda orang Brasil dan Anda bisa bermimpi. Kami semua bermimpi meraih gelar Piala Dunia keenam dan lebih lagi…Bermimpi itu tidak dilarang,” kata kapten Brasil, Neymar, dilansir telegraphindia.com. (Hanifah Kusumastuti/JIBI)