PENGAMANAN ARUS MUDIK Polres Sukoharjo Sebar Sniper

SUKOHARJO-Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, menegaskan pihaknya telah menyebar sejumlah penembak jitu atau sniper di berbagai tempat.

Mereka ditugaskan untuk mengamankan para pemudik dari gangguan-gangguan orang tak bertanggung jawab dan juga untuk mengantisipasi ancaman terorisme.
“Kesiapsiagaan petugas dalam mengantisipasi kegiatan masyarakat dari gangguan terorisme, juga diantisipasi dengan hadirnya para personel bersenjata yang sewaktu-waktu siap digunakan sesuai eskalasi yang terjadi,” ujar dia ketika ditemui wartawan saat meninjau Pospam di Kartasura, Senin (11/6) malam.
Pada Senin malam itu, dia bersama rombongan Bupati Sukoharjo dan Dandim Sukoharjo meninjau Pos Pengamanan (Pospam) di wilayah Sukoharjo. Dia menjelaskan di seluruh wilayah Sukoharjo terdapat lima Pospam yaitu di dekat Simpang Lima Sukoharjo, di Solo Baru, di Transmart Pabelan, di Pertigaan Tugu Kartasura dan di Ngasem.
Dia mengungkapkan di setiap Pospam rata-rata ada dua sampai tiga personel yang menggunakan senjata laras panjang. Mereka secara sif bergiliran menjaga Pospam yang tersebar di lima tempat di Sukoharjo. “Ini dimaksudkan untuk mem-back up para personel lain yang tak menggunakan senjata laras panjang. Para personel yang memegang senjata ini telah mempunyai kualifikasi sebagai penembak mahir,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut dia mengutarakan dari lima Pospam yang ada, masing-masiong mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Penempatan Pospam itu didasari dari hasil pengamatan secara seksama. Setelah itu, baru pihaknya memutuskan lokasi-lokasi itu perlu disiapkan petugas yang sewaktu-waktu bisa memberikan layanan kepada masyarakat. Khususnya di jalur mudik, baik itu jalur utama maupun jalur alternatif yang melintasi Sukoharjo ke arah Wonogiri.
Kapolres juga menyatakan telah menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas jika pada Lebaran ini terjadi kemacetan. Menurutnya, Kartasura masih menjadi salah satu simpul macet di Sukoharjo. Kartasura merupakan titik pertemuan tiga kota besar di Jateng dan DIY yaitu Solo-Semarang dan Jogja.
“Kartasura ini merupakan simpang yang memisahkan antara jalur utara dan selatan. Jadi pemudik yang akan ke selatan dari arah barat melalui Solo ke Jogja, atau yang dari Jogja ke Surabaya,” papar Iwan.
Iwan mengatakan jika nanti terjadi kemacetan di Kartasura dan petugas tak kunjung bisa menyelesaikannya, petugas akan mengalihkan arus sementara. Petugas akan mengarahkan kendaraan yang dari arah Jogja akan ke Solo, sesampai di Tugu Kartasura mereka dialihkan sementara ke barat sampai Ngasem, Colomadu, belok kanan kembali ke arah Tugu Kartasura.
Dengan demikian di Tugu Kartasura tidak ada crossing supaya seluruh kendaraan tak terhambat saat melintas di Kartasura. Rekayasa ini bertujuan mengurai kemacetan arus lalu lintas, walaupun harus menambah sedikit jarak tempuh kepada para pemudik atau kepada pengendara yang melintas.
Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menambahkan hasil pengecekan Pospam tak ada masalah. “Fasilitas yang ada di Pospam cukup memadai. Saya harap para pemudik tak melanggar aturan,” kata dia.

Iskandar
redaksi@koransolo.co