Lexi Jadi Pilihan Perantau

JAKARTA—Yamaha Lexi menjadi pilihan pemudik. Hal itu karena motor terbaru PT Yamana Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) ini mememiliki beberapa kelebihan yang membuat perjalanan jauh mudik terasa lebih nyaman.
Seorang pemudik, Wahid Adi Nugroho, menggunakan Yamaha Lexi S untuk menemani kesehariannya dan mengantarkannya ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama. ”Dengan Lexi perjalanan ke rumah keluarga terasa lebih nyaman. Yang paling saya suka ruang kakinya lega jadi nggak pegel. Saya juga naruh tas di dek, tapi tetap ada ruang buat selonjoran,” jelas dia seperti dikutip dari rilis YIMM yang diterima Koran Solo, Selasa (12/6).
Wahid menambahkan barang bawaaannya juga ada yang diletakkan di boncengan dan dia tetap bisa duduk nyaman karena seat yang panjang. “Di bagasi saya taruh jas hujan, satu set tool kit, dan sepasang sandal. Komunikasi pun lancar, cari informasi mudah karena colokan charger bantu banget jadi nggak khawatir baterai handphone habis pas di jalan,” imbuh dia.
Public Relations & Media Staff Member YIMM, Hyacintha Bonafacia, mengatakan Yamaha memahami kebutuhan konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan fitur dan teknologi unggulan yang dapat mendukung perjalanan jauh. Hal itu bisa didapatkan dari sepeda motor zaman now yaitu skutik terbaru Maxi Yamaha yaitu Yamaha Lexi.
Lexi hadir dengan desain elegan, teknologi Blue Core dan variable valve actuation (VVA) serta fitur bermanfaat. Untuk perjalanan jauh, teknologi Blue Core dan VVA membuat Lexi irit bahan bakar, bertenaga, dan lincah saat dipakai selap-selip di jalanan yang macet.
Selain itu, perjalanan terasa nyaman karena ruang kaki lega Lexi membuat kaki bisa selonjoran. “Meskipun ada barang yang ditaruh di dek namun tidak mengganggu posisi kaki, jadi tetap nyaman. Jika berboncengan, rasa nyaman tidak hilang karena duduk di atas jok yang lapang dan panjang,” jelas dia.
Keunggulan Lexi lainnya adalah bagasi luas yang bisa menampung barang bawaan. Selain itu, colokan charger handphone sangat membantu untuk mengisi daya baterai sehingga komunikasi lancar dan mudah memperoleh informasi kendati ada di tengah perjalanan. Apalagi untuk kebutuhan masyarakat saat ini mencari rute tercepat dengan maps digital. “Jadi tidak khawatir lagi kalau baterai hampir habis, tidak perlu cari tempat untuk berhenti mencari colokan charger handphone,” ujar dia. (Tika Sekar Arum/*)