NEKAT BERMAIN DI SUNGAI MESKIPUN DILARANG 2 Bocah di Ngawi Meninggal Tenggelam

NGAWI—Dua anak meninggal dunia saat bermain air di sungai Dusun Mojo 2, Desa Mojo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jatim, Selasa (12/6) sore.

Diduga kedua anak ini tidak bisa berenang dan tenggelam saat bermain air di sungai berkedalaman 2 meter itu.
”Benar, kemarin [Selasa] ada dua anak yang meninggal dunia karena tenggelam di sungai di Desa Mojo. Mereka bermain air di sungai itu,” kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, Eko Setyo Martono, Rabu (13/6).
Kedua bocah yang meninggal tenggelam itu bernama Maulana Malik Ibrahim, 7, murid TK, dan Muhammad Aditiya Putra, 5. Keduanya warga RT 002/RW 002, Desa Mojo, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Eko menuturkan peristiwa nahas itu menimpa kedua bocah itu saat mereka bermain di sungai tersebut, Selasa sore. Menurut saksi mata, Aang Feri Nova Hadi, yang kala itu sedang memancing ikan di Sungai Mojo itu melihat dua bocah sedang bermain di pinggir sungai.
Saksi pun meneriaki kedua bocah itu dan melarangnya bermain di sungai. Mendapat teguran dari orang, kedua bocah itu pun pergi meninggalkan sungai.
”Saat ditegur saksi, kedua anak itu memang sempat meninggalkan sungai. Namun, tak lama kemudian datang lagi di pinggir sungai dengan ditambah satu anak lagi. Sehingga ada tiga anak yang bermain di pinggir sungai,” terang dia.
Saksi pun meneriakinya kembali dan meminta ketiga anak itu untuk tidak bermain di sungai dan pulang. Namun, ketiga anak itu tidak meghiraukan larangan itu dan tetap bermain di sungai.
Beberapa saat kemudian salah satu anak itu menangis. Saksi curiga dan mendatanginya. Anak yang menangis itu bercerita bahwa kedua temannya menghilang dan tidak muncul-muncul dari dalam sungai.
Mendengar cerita dari si bocah, saksi langsung menceburkan diri ke sungai san mencoba menolong kedua anak yang tenggelam di sungai sedalam 2 meter itu. ”Awalnya saksi menemukan Maulana Malik Hakim. Selang lima menit kemudian, saksi menemukan Muhammad Aditiya Putra,” ujar dia.
Kedua anak itu pun langsung dibawa ke Puskesmas Bringin, namun nyawa mereka tidak tertolong. Jenazah kedua bocah itu pun diserahkan ke keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Eko menjelaskan dari pemeriksaan kepolisian kedua anak itu diduga tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam. (JIBI)

Abdul Jalil
redaksi@koransolo.co