Sambut libur lebaran 2018 Soloraya Tawarkan Beragam Wisata Baru

Istimewa/Kecamatan Ngargoyoso
TUBING: Sejumlah pengunjung menjajal tubing Kali Pucung Adventure di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar.

KARANGANYAR—Soloraya menyajikan berbagai destinasi wisata baru untuk memanjakan pemudik selama libur Lebaran 2018.
Kabupaten Karanganyar menjadi daerah di Soloraya yang paling potensial dalam pengembangan destinasi wisata baru, berupa wisata alam, wisata heritage, hingga kuliner. Salah satu destinasi wisata baru yang memadukan antara wisata alam dan edukasi adalah Museum Rumah Atsiri di Plumbon, Tawangmangu.
Objek wisata seluas 2,3 hektare ini awalnya sebuah pabrik citronella alias minyak sereh wangi yang berdiri 1963. Berdirinya pabrik tak lepas dari gagasan Presiden Soekarno yang ingin mengembangkan pabrik minyak atsiri. Pendirian pabrik bekerja sama dengan peneliti asal Bulgaria. Setelah mangkrak sejak 1965, pabrik ini kemudian dikelola seorang arsitek asal Solo, Paulus M. dan disulap menjadi objek wisata menarik. Di lokasi ini disediakan restoran, museum, science lab, parfum class, dan lain sebagainya.
”Tempat ini akan di-launching Agustus 2018. Saat liburan Lebaran sudah dibuka untuk umum. Tempat yang bisa dikunjungi, yakni restoran, spot selfie di taman, dan science lab. Tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga dan sarana edukasi. Bagi pengunjung yang masuk, diwajibkan membayar voucher Rp50.000. Voucher itu bisa ditukar di restoran [untuk makan]. Bagi yang ingin praktik di science lab, ditarik Rp100.000 [diajari cara membuat sabun dan lain sebagainya],” kata Marketing Rumah Atsiri Indonesia, Rohman Prasedhitajati, kepada Koran Solo, Selasa (12/6).
Taman di tempat itu dipenuhi aneka tanaman atsiri seperti rosemary, horse mint, kemuning, kemangi, sereh wangi, lavenderan, dan lain sebagainya. Wisata alam yang terus berkembang di Karanganyar adalah di Kecamatan Kemuning. Di kecamatan ini, agrowisata dan berbagai wahana wisata bermunculan. Jumlah wisatawan yang akan menikmati keindahan alam di Kemuning selama libur Lebaran diprediksi mencapai 15.000 pengunjung.
Kepala Desa (Kades) Kemuning, Widadi Nur Widyoko, mengatakan berbagai objek wisata di Kemuning, di antaranya Bukit Kemuning, Taman Bintang, Kalimas, tubing di Kali Pucung, Taman Penewon, dan Pring Kuning. Hal senada dijelaskan Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswadi. Prediksi membeludaknya wisatawan di kawasan Ngargoyoso terkait dengan panjangnya liburan Lebaran 2018. Puncak kunjungan wisatawan diprediksi berlangsung H+2 Lebaran.
Destinasi wisata yang juga menarik dikunjungi adalah eks Pabrik Gula (PG) Colomadu yang kini menjadi De Tjolomadoe. Wisatawan bisa mengeksplorasi bekas pabrik gula peninggalan Mangkunagoro IV. Selain itu, selama Lebaran juga digelar Kampoeng Kuliner Lebaran 2018 yang berisi bazar kuliner tradisi dan masa kini, pergelaran tari rakyat, festival dolanan anak tradisional, festival musik tradisi dan religi, wahana permainan anak dan sebagainya.
Pesona kuliner yang juga menarik di Karanganyar adalah Solo Anyar di kompleks Perumahan Puri Alam Lestari atau tidak jauh dari Balaidesa Wonorejo, Gondangrejo. Tempat ini ditandani dengan miniatur tugu jam Pasar Gede lengkap dengan lampion dan lampu cabe rawit aneka warna. Operator Solo Anyar, Jono, menyampaikan Solo Anyar menghadirkan suasana hiruk pikuk kota ke daerah pinggiran.
Di Kota Solo juga ada pengembangan destinasi wisata yaitu Taman Pelangi dan Air Mancur Menari di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Pengunjung bisa mendatangi TSTJ pada sore hingga malam hari menikmati Taman Pelangi yang berisi lampion beragam bentuk. Pada malam hari, ada atraksi Air Mancur Menari (Dancing Fountain). Destinasi wisata ini buka pukul 17.00 WIB-22.00 WIB pada hari biasa dan sampai pukul 23.00 WIB saat libur dan akhir pekan.
New Galabo
Lalu New Gladak Langen Bogan (Galabo) Malam yang terletak di depan Pusat Grosir Solo (PGS) Jl. Mayor Sunaryo. Pamor pusat kuliner itu dalam beberapa tahun terakhir ini meredup. Pemkot memindah New Galabo Malam ke lahan di selatan Benteng Vastenburg samping Bank Danamon. Destinasi yang betul-betul baru adalah Museum Keris di kawasan Sriwedari. Ada banyak koleksi keris dan tosan aji lainnya baik yang baru maupun lawas.
Sedangkan di Sukoharjo dua tempat wisata modern yang menarik perhatian semuanya berada di Kartasura yaitu Transmart dan The Heritage Palace. The Heritage Palace yang baru buka berada di eks PG Gembongan, Pabelan, Kartasura. The Heritage Palace menawarkan museum transportasi dan museum tiga dimensi (3D) di tengah eksotisnya bangunan kuno.Selain itu, wisata alam di Sukoharjo yang juga menarik adalah Watu Giring di Desa Tiyaran, Bulu, dan pemandian Sendang Pinilih di Desa Jangglengan, Nguter. Dua objek wisata itu merupakan bagian dari Pegunungan Sepikul. Pengelola Watu Giring, Agung Wibowo, menargetkan bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung dibandingkan tahun lalu.
”Objek wisata Watu Giring baru dua tahun ini diketahui masyarakat umum. Lokasi objek wisata Gunung Sepikul dan Watu Giring berdekatan. [Lokasi] Gunung Sepikul ditemukan setahun lebih dahulu dibandingkan Watu Giring,” papar dia.
Kabupaten Klaten yang selama ini dikenal dengan wisata air seperti Umbul Ponggok, Umbul Manten, dan lainnya, juga mulai berkembang ke destinasi wisata lainnya. Kawasan Candi Plaosan di Prambanan bersolek seiring pemugaran candi itu. Terdapat deretan bunga refugia di kedua sisi jalan masuk. Jalan itu juga dihiasi lampion warna-warni. Spot ini sangat pas untuk berswafoto dengan latar belakang candi kembar itu.
Wisata kuliner di kawasan ini pun layak untuk dicoba. Pengunjung bakal dimanjakan dengan aneka sajian kuliner dari resto-resto baru bermunculan di sekitar kawasan Candi Prambanan dan Candi Plaosan. Sedikitnya 18 resto maupun tempat kuliner berlomba menyajikan suasana hingga menu unggulan untuk menggaet pengunjung.
Ada juga agrowisata Jawa Unik di jalan raya Gawok-Wonosari di Desa Boto, Wonosaro. Kawasan seluas 7 hektare itu dipenuhi dengan benda-benda unik dari segala zaman. Di bagian resto dua lantai, dihiasi aneka gebyok mulai dari Bali, Madura, Trowulan, hingga Cirebon. ”Kalau usianya rata-rata sekitar 100-an tahun,” kata Penanggung Jawab Agrowisata Jawa Unik, Yusuf.
Wisata di Wonogiri juga tidak melulu mengandalkan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Berbagai pesona alam bisa menjadi pilihan berwisata seperti Watu Cenik di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri dan Bukit Cumbri di Desa Biting, Kecamatan Purwantoro. Berada di puncak atau kawasan Watu Cenik pengunjung dapat menikmati keindahan panorama WGM. Ketua BUM Desa Sendang Pinilih, Sukamto, mengatakan pada event Lebaran ini pihaknya melayani terbang tandem paralayang melalui Puncak Joglo.
Sedangkan Bukit Cumbri menawarkan panorama alam berbeda. Berdiri di puncak Bukit Cumbri setinggi 638 meter di atas permukaan laut (mdpl), pengunjung bisa menikmati gugus alam yang mengagumkan. Pengelola, Suparto, 34, mengatakan saat malam hari pengunjung dapat melihat keindahan nyala lampu permukiman warga di tujuh daerah tanpa ada penghalang apa pun. Daerah itu meliputi Wonogiri, Karanganyar, Madiun, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan.
Boyolali tetap mengandalkan pesona alam di lereng Gunung Merapi dan Merbabu di Kecamatan Selo. salah satu wisata alam yang cukup dikenal adalah Bukit Gancik di Kecamatan Selo. Ada juga berbagai agrowisata di kawasan ini. Wisata lain yang berkonsep wisata edukasi adalah Museum Hamong Wardoyo di kawasan pertigaan Tegalwire, Kecamatan Mojosongo yang terletak di sisi selatan Jl. Semarang-Solo. Bangunan ini tampak mirip dengan Museum Louvre di Paris, Perancis. Atap yang membentuk piramida terbuat dari panel kaca bening. (Iskandar/Sri Sumi Handayani/Trianto Hery Heryono/Cahyadi Kurniawan/Rudi Hartono/Akhmad Ludiyanto/Indah Septiyaning W./Nadia Lutfiana Mawarni/Farida Trisnanintyas/JIBI)

PONCO SUSENO