Saatnya Asia Berbicara

MOSKOW—Dua wakil dari dua benua berbeda akan saling berhadapan dalam laga pembuka Grup F.

Moh. Khodiq Duhri
redaksi@solopos.co.id

Swedia sebagai salah satu wakil Benua Eropa akan menjamu wakil Asia, Korea Selatan (Korsel) di Nizhny Novgorod Stadium, Senin (18/6) pukul 19.00 WIB.
Swedia hadir di putaran final Piala Dunia 2018 Rusia setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan. Mereka memastikan lolos ke Rusia setelah menang 1-0 atas Italia di babak play-off.
Keberhasilan Swedia mengalahkan jawara Piala Dunia 2006 itu membuat Korsel sangat respek sekaligus waspada terhadap anak asuh Janne Andersson ini. Kekompakan tim menjadi kekuatan utama Swedia yang tak banyak diperkuat pemain bintang. Emil Forsberg merupakan salah satu dari segelintir pemain bintang yang dimiliki Swedia.
Harapan besar ada di pundak pemain RB Leipzig ini. Dengan kemampuan melepaskan umpan terukur, Forsberg ditugaskan membongkar pertahanan lawan dan memastikan Swedia tidak kekurangan peluang untuk mencetak gol.
Untuk kali pertama di Piala Dunia, Swedia akan bermain tanpa Zlatan Ibrahimovic sejak 2006. Janne Andersson berharap publik Swedia mengapus bayang-bayang Ibrahimovic. Andersson meyakini skuatnya saat ini sudah cukup kuat dalam menghadapi Piala Dunia tanpa Ibra, panggilan Ibrahimovic.
“Pemain ini [Zlatan] telah berhenti bermain dengan Swedia satu setengah tahun yang lalu dan kami di sini masih membicarakan tentang dia. Kami perlu bicara tentang pemain hebat yang kami miliki di tim ini,” kata Janne Andersson seperti dilansir theworldgame, Minggu (17/6).
Sementara itu, Korsel diprediksi tetap menjadi tim kuda hitam di Piala Dunia 2018. Di bawah komando bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-Min, Korsel berharap bisa mengawali kompetisi dengan kemenangan atas Swedia.
Sejauh ini, Son tampil brilian di kompetisi Liga Premier bersama Hotspur. Son berambisi untuk membawa Korsel melangkah jauh atau tak sekadar numpang lewat di panggung Piala Dunia ini.
Son memiliki peranan vital bagi tim Korsel. Ia tak hanya berperan sebagai kreator serangan, melainkan juga pencetak gol yang ulung. Kemampuannya untuk membongkar pertahanan lawan diharapkan bisa memberi hasil positif bagi Korsel di pertandingan ini.
“Saya merasa hebat ketika orang mengatakan hal-hal baik tentang saya. Tetapi yang penting adalah saya harus menunjukkannya di lapangan. Saya tahu banyak orang menaruh harapan pada saya. Jadi saya juga merasa bertanggung jawab,” kata Son seperti dilansir koreatimes.co.kr.
Sejauh ini kedua tim belum pernah bertemu di pertandingan resmi. Kedua tim hanya bertemu di tiga laga persahabatan. Dalam tiga pertandingan persahabatan itu, Swedia tampil lebih dominan. Dua laga berakhir imbang dengan skor 2-2 dan 1-1. Sementara satu laga dimenangi Swedia dengan skor 2-0.
Ada hal menarik disimak sebelum laga Swedia melawan Korsel. Dilansir dari tass.com, Minggu, seekor tapir di Kebun Binatang Limpopo di Rusia bernama Cleopatra menjadi peramal hasil pertandingan Swedia melawan Korsel, pada Jumat (15/6).
Cleopatra mendapat tugas untuk memilih satu di antara dua mangkuk berisi potongan buah-buahan. Di dua mangkuk itu tertera bergambar bendera Swedia dan Korsel. Tanpa ragu, Cleopatra langsung menuju ke mangkuk yang mewakili Swedia dan mengosongkan isinya. Itu berarti, Cleopatra memprediksi Swedia bakal memenangi laga atas Korsel. (JIBI)