Subterminal Karang Diwacanakan Jadi Pasar Beras

KLATEN—Subterminal Karang, Kecamatan Delanggu diwacanakan menjadi pasar beras. Pembuatan pasar tersebut untuk menegaskan Klaten sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Wacana pembuatan Pasar Beras digulirkan Bupati Klaten, Sri Mulyani. “Klaten sebagai lumbungnya padi Jateng dan nasional. Tentunya kami ingin membangkitkan kembali salah satu jenis padi yang terkenal di Klaten yakni Rojo Lele. Ini perlu wadah sehingga petani bisa menanam, memanen, dan menjual hasil produksi mereka,” kata Mulyani saat ditemui seusai panen raya di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kamis (28/6).
Mulyani mengatakan Subterminal Delanggu dipilih sebagai lokasi yang bakal dikembangkan menjadi Pasar Beras lantaran letaknya strategis, berada di tepi jalan raya Jogja-Solo. Selain itu, di kawasan subterminal itu sudah terdapat sejumlah kios yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat menjual beras petani Klaten.
Pasar beras baru direalisasikan setelah seluruh tahap pengembangan varietas padi Rojo Lele hasil mutasi genetik rampung serta sudah disertifikasi. Pengembangan padi itu merupakan hasil kerja sama antara pemkab dengan Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sejak 2013 silam.
Varietas padi Rojo Lele diproses melalui mutasi genetik dan ditanam di empat lokasi berbeda. Salah satu tujuan penelitian yakni mempersingkat usia panen serta memendekkan tinggi padi Rojo Lele hingga petani kembali tertarik menanam varietas padi tersebut. “Kalau sudah dipatenkan rencana kami membuat pasar beras. Saat ini tinggal satu tahap lagi mudah-mudahan segera selesai,” jelas Mulyani.
Kasubid Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Klaten, Sri Yuwana Haris Yuliyanta, menjelaskan uji multilokasi ditargetkan rampung tahun ini. Uji multilokasi dilakukan di 15 desa. “Harapannya selesai 2018. Targetnya, awal 2019 hingga pertengahan tahun kami siapkan proposal pelepasan varietas ke Kementerian Pertanian. Sehingga, sebelum akhir 2019 itu varietas padi Rojo Lele unggul hasil riset Batan-Pemkab Klaten sudah bisa diluncurkan,” kata Haris. (Taufiq Sidik Prakoso)