Awak Bus Protes Feeder BST

UNJUK RASA: Wakil Kepala Polsek Karangpandan, Inspektur Dua Eko Budi Hartono, berbincang dengan sejumlah awak bus di Terminal Karangpandan setelah para awak bus itu berunjuk rasa di Terminal Jungke, Karanganyar, memprotes minibus feeder BST yang mengangkut penumpang di Karanganyar, Selasa (10/7).

KARANGANYAR—Sejumlah awak bus yang bertrayek di wilayah Karanganyar berunjuk rasa dan mogok pada
Selasa (10/7).

Sri Sumi Handayani
srisumi.handayani@solopos.co.id

Mereka tak terima ada unit angkutan umum dari luar Karanganyar, minibus feeder Batik Solo Trans (BST), mengangkut penumpang di wilayah Karanganyar pada Selasa pagi kemarin.
Sejumlah awak bus trayek Tawangmangu-Solo PP menghentikan sopir minibus feeder BST berpelat nomor AD 1065 FA itu. Mereka menghentikan sopir feeder BST itu di Terminal Jungke Karanganyar.
Penumpang yang diangkut diturunkan di terminal. Sejumlah awak bus bertrayek di wilayah Karanganyar kemudian mogok, enggan mengangkut penumpang. Sejumlah calon penumpang duduk di halte Terminal Jungke menunggu bus yang bersedia mengangkut mereka.
Petugas Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar, aparat Polres Karanganyar, dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja berjaga di sekitar terminal. Mereka memastikan para calon penumpang terangkut bus.
Salah seorang awak bus Perusahaan Otobus (PO) Putra Lawu, Wahyu, tidak mengetahui langsung kejadian itu. Dia mendapat informasi tentang aksi sopir feeder BST mengangkut penumpang di wilayah Kabupaten Karanganyar sementara trayeknya di Kota Solo.
”Katanya itu tadi [sopir] BST menyerobot penumpang di [terminal] Jungke. Jam pagi kan jarang ada penumpang. [Penumpang] diserobot kan [mereka jadi] emosi. Jadi mogok. Permintaan kami enggak boleh [ada angkutan di luar trayek menarik penumpang sembarangan]. Kalau ada trayek mangga. Kami minta ditertibkan. Ini merugikan transportasi besar,” kata dia saat ditemui wartawan di Terminal Jungke.
Setelah berunjuk rasa di Terminal Jungke, sejumlah awak bus perwakilan dari sejumlah PO menggelar aksi serupa di Terminal Karangpandan. Mereka dari PO Hasta Putra, PO Putri Sahabat, PO Gaya Putra, PO Langsung Jaya, PO Rukun Sayur, PO Putra Lawu, dan beberapa PO lainnya.
Mereka kemudian beraudiensi dengan pejabat Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar, wakil Dinas Perhubungan Kota Solo, dan pejabat Polsek Karangpandan.
Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar, Sundoro, menjelaskan sejumlah bus trayek Tawangmangu-Solo mogok tetapi ada yang tetap beroperasi seperti biasa. Mereka memastikan seluruh bus di Karanganyar akan beroperasi kembali seperti biasa pada Rabu (11/7).
”Apabila ada pelanggaran dari bus atau angkutan lain yang memang tidak punya izin [trayek di Karanganyar], kru bus akan mengambil gambar atau menghentikan dan melaporkan kepada Polres Karanganyar. Besok normal, tidak ada yang mogok,” kata Sundoro saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa.
Sundoro telah berkoordinasi melalui telepon dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo. Komunikasi ditindaklanjuti dengan kedatangan Kepala UPT Transportasi Dnas Perhubungan Kota Solo, Yulianto Nugroho, di Karanganyar.
Setelah diusut ternyata sopir minibus feeder BST itu adalah warga Tawangmangu. Sopir itu mengangkut penumpang dalam perjalanan ke Solo. ”Dia [sopir] orang Karanganyar. Kendaraan dibawa pulang. Berangkat ke Solo sekalian menarik penumpang. Kendaraan dan sopir diamankan di Mapolres Karanganyar,” kata Sundoro.
Ia berharap Dinas Perhubungan Kota Solo membina sopir angkutan umum penumpang yang memiliki trayek di Kota Solo agar tak mengangkut penumpang di luar trayek.
Bukti Pelanggaran
Yulianto Nugroho, telah menindaklanjuti kejadian itu. Dia mendengar keluhan dari sejumlah pihak tentang pelanggaran trayek, tetapi tidak ada laporan resmi ke Dinas Perhubungan Kota Solo.
”Kami tindak lanjuti dengan membimbing sopir, pengusaha angkutan, dan lain-lain. Sopir angkutan umum [feeder BST] yang dari luar Solo banyak,” ujar dia saat berbincang dengan wartawan di ruang kerja Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar.
Selain persoalan pelanggaran trayek, Sundoro juga menerima keluhan tentang mobil plat hitam yang mengangkut penumpang di jalur Tawangmangu-Sarangan maupun Tawangmangu-Solo.
Awak bus bertrayek Karanganyar meminta Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar menertibkan angkutan tidak berizin.
”Informasi yang saya dengar, ada bus karyawan tapi menarik penumpang. Kami tindak lanjuti. Nah, mereka ini minta mobil pelat hitam itu kalau mengangkut penumpang dari Sarangan atau Ngargoyoso hanya sampai Terminal Karangpandan lalu penumpa berganti bus ke Solo. Jangan langsung diangkut ke Solo. Berbagi rezeki,” kata Sundoro.
Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar akan memfasilitasi keluhan terkait angkutan berpelat hitam. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar, Ajun Komisaris Polisi Ahdi Rizaliansyah, mengatakan polisi menindak pengemudi minibus feeder BST. ”Memang tidak sesuai trayek dan kami beri bukti pelanggaran,” ujar Ahdi saat dihubungi Koran Solo, Selasa.