Bocah 13 Tahun Selamat Si Jago Merah Ludeskan Rumah Warga Tanon

Koran Solo/Kurniawan
LUDES TERBAKAR: Partinah, 49, warga Dukuh Geneng RT 003, Karangasem, Tanon, Sragen, mengecek kondisi rumahnya yang ludes terbakar, Selasa (10/7) pagi.

SRAGEN—Kebakaran hebat melanda rumah milik sepasang suami-istri, Tukimin, 55, dan Partinah, 49, warga Dukuh Geneng RT 003, Desa Karangasem, Tanon, Sragen, Selasa (10/7) pukul 01.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa atau luka dalam musibah itu, tapi kerugian materiil mencapai Rp75 juta. Informasi yang diterima Koran Solo, api kali pertama diketahui berkobar di kamar yang biasa ditiduri Husein Abdullah, 13.
Husein adalah anak ke sembilan dari pasangan Tukimin dan Partinah. Beruntung pada malam kejadian, Husein tidak tidur di kamarnya. Sejak Senin (9/7) malam bocah tersebut tidur di ruang tamu. Padahal sehari sebelumnya Husein tidur di kamarnya.
”Kadang dia [Husein] tidur di kamar, kadang di ruang tamu. Bersyukur saat kejadian dia tak tidur di kamar,” ujar Tugiyarso, 43, adik dari Partinah.
Dia menjelaskan sekitar pukul 01.30 WIB api yang membakar kamar Husein sudah berkobar besar. Kondisi itu membuat Tugiyarso tidak berani mengecek lebih jauh ke bagian dalam kamar tersebut.
Dia memilih segera membangunkan kakaknya dan Husein untuk segera menyelamatkan diri. Mereka lantas berteriak meminta tolong tetangga. Sejurus kemudian warga pun berdatangan dan berusaha memadamkan api secara manual. Warga juga melapor ke Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
Sekitar pukul 03.00 WIB api berhasil dipadamkan Tim Damkar Sragen dan masyarakat, kendati terlanjur melumat sebagian besar rumah milik Tukimin dan Partinah.
Rumah gebyok (dinding terbuat dari kayu jati), televisi, kulkas, surat-surat berharga, pakaian, serta uang tunai Rp3 juta, milik korban ludes terbakar. Kerugian materiil mencapai Rp75 juta.
Akibat kejadian itu, Partinah masih terguncang. Suaminya, Tukimin, sedang merantau di Kalimantan. ”Kami tidur sementara di rumah anak Partinah. Daerah sini juga,” kata Tugiyarso.
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, melalui Kapolsek Tanon, AKP Heru Budi, Selasa, menduga kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik. Menurut saksi dan korban, tidak ada obat nyamuk bakar di dalam kamar sesaat sebelum kejadian. Obat nyamuk bakar justru dinyalakan di ruang tamu, tempat mereka tidur malam itu.(Kurniawan)