Gapoktan Tani Mandiri Tangani 9 Diversifikasi Usaha

TAWANGSARI—Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, maju lomba tingkat nasional bersaing dengan lima gapoktan lain.
Ada sembilan diversifikasi usaha yang dikembangkan gapoktan tersebut, di antaranya penerapan pertanian modern sejak pengolahan tanah hingga panen dari lahan seluas 100 hektare (ha) dari total 170 ha, corporate farming seluas 28 ha, usaha ternak berjumlah 36 ekor dengan kandang komunal, produksi pupuk organik.
Selain itu pelayanan jasa alat mesin pertanian sebanyak 20 unit untuk petani se-Sukoharjo dan kabupaten perbatasan, budi daya minapadi seluas 13 ha, usaha penangkaran benih padi seluas 10 ha dan bekerja sama dengan usaha penggilingan untuk pemasaran beras anggota gapoktan.
“Gapoktan Tani Mandiri juga mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis dengan modal Rp100 juta sudah dikembangkan menjadi Rp139,288 juta. Juga menggandeng Kelompok Tani Wanita Dalangan untuk memanfaatkan lahan pekarangan ditanami sayuran guna memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, yang diwakili Asisten II Sekda Bidang Kesejahteraan Rakyat, Widodo, saat menerima Tim Verifikasi dan Penilaian Gapoktan Berprestasi Tingkat Nasional di Balai Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Selasa (10/7).
Mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sukoharjo ini menyebutkan Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten di Jateng sebagai penyangga pangan dengan luas sawah 20.518 ha. “Jumlah Gapoktan 162 kelompok dengan jumlah petani 56.127 orang. Capaian produksi padi di Sukoharjo telah berhasil swasembada beras bahkan surplus 135.335 ton atau naik 227 ton dibandingkan setahun lalu [2017]. Namun, agar kesejahteraan petani dapat terwujud masih diperlukan dukungan semua pihak dalam meningkatkan produksi padi maupun teknologi informasi serta penguatan kelembagaan agar petani lebih maju.”
Dia berharap berbagai upaya yang telah dilakukan Gapoktan Tani Mandiri mampu menjadikannya sebagai juara I nasional.
Hal sama disampaikan Kepala Desa Dalangan, Bagyo Slameto. “Kandang sapi komunal baru dikembangkan Gapoktan Tani Mandiri dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota. Kami berharap Gapoktan Tani Mandiri menjadi juara satu nasional sehingga menjadi percontohan pertanian modern tingkat nasional,” papar dia.
Ketua Gapoktan Tani Mandiri, Sukar, menjelaskan gapoktan yang dipimpinnya mewadahi empat kelompok tani dengan anggota sekitar 294 orang. “Penggunaan mesin transplanter lebih efisien. Pupuk organik mampu diproduksi sebanyak 35 ton per tahun. Juga keberadaan dua kandang komunal mampu menampung 36 ekor sapi dari awal kepemilikan 18 sapi betina dan dua sapi pejantan.”
Ketua tim penilai, Rusliatmaja, menyatakan ada lima gapoktan dari tiga provinsi yang dinilai, yakni Provinsi Jatim, Jateng, dan Kepulauan Riau. “Jika mendengar paparan tadi sudah juara, tetapi tim akan mensinkronkan apa yang dipaparkan dengan realita,” jelas dia. (Trianto Hery Suryono)