Material SIM Habis, Warga Diberi SKIJ

SOLO—Material pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Solo habis. Warga yang memperpanjang atau membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru sementara diberikan Surat Keterangan Izin Jalan (SKIJ).
“SIM C saya habis tanggal 17 Juli. Agar tidak terkena sanksi, hari ini [Jumat] datang ke pelayanan SIM keliling di Plaza Sriwedari untuk memperpanjang,” ujar Nurdian saat ditemui Koran Solo di Plaza Sriwedari, Laweyan, Jumat (13/7).
Nurdian mengungkapkan setelah mengisi formulir perpanjangan SIM, foto, dan perekaman sidik jari menuju ke loket pengambilan SIM baru. Namun, petugas memberi SKIJ dengan alasan material SIM di Satpas Satlantas habis sejak sebulan lalu. “Saya mendapatkan penjelasan dari petugas pelayanan SIM keliling kalau SIM baru nanti jadinya sebulan. Dalam SKIJ tertera nomor petugas pelayanan SIM untuk memudahkan warga untuk menanyakan kapan SIM baru selesai dicetak,” kata dia.
Senada diungkapkan warga lainnya, Arifin. Menurut dia, SKIJ ini tidak ada batas berlakunya sehingga memudahkan warga kalau ada razia kendaraan di jalan cukup menunjukkan SKIJ. Ia mengaku diingatkan petugas pelayanan SIM agar tidak menghilangkan SKIJ. “SKIJ ini digunakan untuk mengambil SIM baru kalau sudah jadi dicetak. Kalau sampai hilang harus mengurus baru di Satpras Satlantas. Kami berharap persoalan habisnya material SIM segera selesai agar warga bisa cepat mendapatkan SIM baru,” kata dia.
Bintara Urusan (Baur) SIM Satlantas Polresta Solo, Aiptu Gusmo, mewakili Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Syafi’i, membenarkan habisnya material SIM di Satpras Satlantas Solo. Satlantas mulai kehabisan SIM setelah Lebaran dan sampai sekarang material SIM belum ada. “Kami mencatat ada ribuan material SIM yang habis. Sementara ini sudah mengeluarkan ratusan SKIJ ke warga yang memperpanjang atau membuat SIM baru,” kata dia.
Ia menjelaskan material SIM habis tidak hanya terjadi di Satpras Satlantas Solo, tetapi hampir semua di daerah lain karena yang melelang material SIM langsung dari Korlantas Polri. Satlantas Solo sampai sekarang masih berkoordinasi dengan Korlantas Polri terkait pengiriman material SIM baru.
“Saya barusan menghubungi petugas di Korlantas Polri informasinya material SIM baru sudah dikirim ke daerah masing-masing. Namun, sampai sekarang material SIM belum tiba di Satpras Satlantas Solo,” kata dia. Satlantas, lanjut dia, sudah menyosialisasikan habisnya material ini ke kantor induk Satpras Salantas dengan menempel pengumuman. Selain itu, menginformasikan di media sosial (medsos).
“Kami akan memberi tahu warga kalau material SIM baru sudah jadi. SKIJ tersebut tidak ada batas berlakunya sehingga warga tidak perlu khawatir terjaring razia,” kata dia.
Kondisi yang sama terjadi di Klaten. Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhityawarman Gautama Putra, mengatakan kekosongan blangko SIM itu terjadi lantaran ada keterlambatan pengiriman. Selama ini, pengadaan blangko SIM berasal dari Korlantas Mabes Polri.
Sebagai pengganti, warga yang mengurus perpanjangan atau pembuatan SIM diberi surat pengganti sementara. Dipastikan, surat tersebut diakui dan berfungsi sama seperti SIM. “Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Sebagai pengganti, ada surat sementara yang dikeluarkan selama blangko masih kosong dan itu diakui keabsahannya,” kata Kasatlantas saat dihubungi Koran Solo, Kamis.
Salah satu warga, Sugito, 55, mengatakan sebelumnya ia tak mengetahui jika blangko SIM kosong. Setelah rampung mengurus perpanjangan SIM C, warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes itu diberi selembar kertas yang merupakan surat pengganti sementara SIM. Dari surat pengganti sementara SIM itu, ia diminta mengambil SIM pada 13 September mendatang. (Muhammad Ismail/Taufiq Sidik Prakoso/JIBI).